Kembali Terpuruk, Harga Emas Antam 2,689 Juta per Gram

  • 11 Jun 2026 23:18 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas Antam turun sebesar Rp24.000 per gram pada Kamis (11/6/2026), sehingga berada di level Rp2.689.000 per gram. Sementara harga buyback anjlok Rp92.000 menjadi Rp2.395.000 per gram.
  • Meski sempat menyesal membeli di harga tinggi, investor emas di Malinau tetap optimistis emas masih menjadi instrumen pelindung nilai terhadap inflasi dalam jangka panjang.

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam kembali terpuruk pada Kamis (11/6/2026). Penurunan sebesar Rp24.000 per gram membuat harga emas batangan berada di level Rp2.689.000 per gram pada pukul 09.46 WIB.

Harga buyback atau pembelian kembali juga ikut melemah cukup dalam. Nilainya turun Rp92.000 per gram menjadi Rp2.395.000 per gram.

Koreksi ini memperpanjang tren pelemahan harga emas dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, pada Sabtu (6/6/2026), harga emas tercatat turun Rp32.000 per gram.

Setelah sempat naik Rp5.000 per gram pada Senin, harga kembali melemah Rp10.000 per gram pada Selasa (9/6/2026), lalu turun lagi Rp20.000 per gram pada Rabu (10/6/2026).

Rentetan penurunan tersebut membuat sebagian investor yang membeli saat harga tinggi merasakan kekecewaan. Salah satunya Dian, investor emas di Malinau, yang mengaku sempat khawatir melihat nilai investasinya terkoreksi.

"Jujur saya agak nyesel karena beberapa waktu lalu sempat membeli saat harganya masih tinggi, manusiawi lah. Ketika sekarang turun terus, tentu ada rasa sayang juga," ujarnya kepada RRI.

Meski demikian, ia masih melihat emas sebagai pilihan yang relatif aman untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dan kenaikan harga barang.

"Saya memang menabung emas untuk tujuan jangka panjang. Jadi walaupun sekarang turun, saya tetap percaya emas bisa menjadi pelindung nilai terhadap inflasi, setidaknya nilai bertahan," katanya.

Dian mengatakan, strategi yang ia gunakan adalah membeli emas secara bertahap sesuai kemampuan keuangan. Dengan cara tersebut, risiko membeli pada harga puncak dapat ditekan.

"Kalau ada uang nganggur, saya beli, kalau belum memungkinkan ya sekedar cek perkembangan harga aja. Yang penting konsisten dan disesuaikan dengan kemampuan," ucapnya.

Ia berharap masyarakat yang berinvestasi emas dapat memahami karakter pergerakan harga yang bisa naik maupun turun dalam jangka pendek. Menurutnya, keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada tujuan keuangan masing-masing.

"Emas tetap punya tempat sebagai instrumen penyimpan nilai. Jadi saya pribadi masih akan melanjutkan kebiasaan menabung emas meskipun saat ini harganya sedang terkoreksi," kata Dian. (Ading)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....