Harga Emas Antam Kembali Melemah Rp13.000 Per Gram

  • 27 Mei 2026 17:56 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas Antam turun Rp13.000 per gram menjadi Rp2.785.000 pada perdagangan Rabu (27/5/2026), sementara harga buyback ikut melemah ke level Rp2.594.000 per gram.
  • Investor emas di Malinau, Wati, menilai penurunan harga masih wajar dan dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk membeli emas sebagai investasi jangka panjang.

‎RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam kembali mengalami penurunan pada perdagangan Rabu (27/5/2026). Harga emas turun sebesar Rp13.000 per gram setelah sehari sebelumnya juga terkoreksi Rp5.000 per gram.

‎Pada pukul 08.34 WIB, harga emas Antam berada di level Rp2.785.000 per gram. Sementara harga buyback atau pembelian kembali emas oleh Antam turun menjadi Rp2.594.000 per gram, juga melemah Rp13.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.

‎Seorang investor emas di Malinau, Wati, menilai penurunan harga emas saat ini masih menjadi kondisi yang wajar di tengah fluktuasi pasar global. Menurutnya, pergerakan harga emas dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi oleh sentimen ekonomi internasional dan nilai tukar mata uang.

‎“Kalau saya melihatnya memang ada fase koreksi harga. Biasanya investor yang sudah lama bermain emas tidak terlalu panik karena tren jangka panjangnya masih dianggap bagus,” kata Wati.

‎Ia mengatakan, sebagian masyarakat justru memanfaatkan penurunan harga emas untuk kembali membeli logam mulia sebagai investasi jangka panjang. Menurut Wati, minat masyarakat terhadap emas masih cukup tinggi meski harga beberapa waktu terakhir bergerak fluktuatif.

‎“Biasanya kalau turun begini ada yang langsung beli lagi karena dianggap kesempatan. Apalagi emas masih dipercaya aman untuk simpanan jangka panjang,” ujarnya.

‎Wati menambahkan, investor perlu tetap memperhatikan kondisi pasar dan tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya karena harga sedang turun. Ia menyarankan masyarakat membeli emas sesuai kemampuan keuangan dan tujuan investasi masing-masing.

‎“Yang penting jangan ikut panik. Kalau memang niatnya investasi jangka panjang, pergerakan harian seperti ini masih cukup normal,” ucapnya. (Ading)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....