Harga Emas Antam Turun, Investor Diimbau Cermat Membeli
- 27 Apr 2026 09:13 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Harga emas Antam turun Rp16.000 per gram menjadi Rp2.809.000, buyback di Rp2.620.000.
- Investor menyarankan manfaatkan koreksi harga, namun tetap waspada terhadap kelangkaan stok dan spread tinggi.
RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam kembali mengalami koreksi pada perdagangan Senin (27/4/2026). Penurunan sebesar Rp16.000 per gram terjadi setelah sebelumnya sempat menguat pada akhir pekan.
Berdasarkan pembaruan pukul 08:23 WIB, harga emas Antam kini berada di level Rp2.809.000 per gram. Sementara itu, harga buyback turun menjadi Rp2.620.000 per gram setelah terkoreksi dengan nominal yang sama.
Pergerakan ini melanjutkan dinamika harga yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Pada Sabtu (25/4/2026), emas Antam sempat mencatat kenaikan sebesar Rp20.000 per gram.
Investor emas di Malinau, Erni, menilai harga emas saat ini masih tergolong tinggi meski telah mengalami penurunan. Namun, kondisi ini dinilai lebih rendah dibandingkan saat puncak harga tertinggi pada Januari lalu.
“Harga emas sekarang meski tergolong masih mahal, namun masih lebih murah dibanding pada Januari saat terjadi ATH,” ujarnya.
Ia menyebut kondisi ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang memiliki dana cadangan. Menurutnya, momentum koreksi harga bisa menjadi peluang untuk menambah kepemilikan emas.
“Kita manfaatkan kesempatan ini untuk menambah kepemilikan emas jika punya dana dingin,” katanya.
Erni juga mengeluhkan keterbatasan stok emas di butik resmi, terutama untuk pembelian secara daring. Kelangkaan ini disebut paling terasa pada ukuran kecil seperti 1 hingga 5 gram.
“Stok di butik resmi, terlebih untuk pembelian online masih langka, khususnya di gram-gram kecil seperti 1 sampai 5 gram,” ucapnya.
Sebagai alternatif, ia menyarankan masyarakat mempertimbangkan pembelian melalui pengecer atau toko emas lain. Bahkan, menurutnya, merek selain Antam juga dapat menjadi pilihan.
“Kalau saran saya, pilihannya sekarang kita beli di pengecer atau toko-toko emas, bahkan ke merek-merek lain,” tuturnya.
Namun, ia mengingatkan agar pembeli tetap berhati-hati terhadap selisih harga atau spread yang terlalu tinggi. Hal ini dinilai tidak wajar dan merugikan konsumen.
“Saran saya, jangan mau beli kalau spreadnya itu sampai Rp300.000 sampai Rp700.000, itu tidak logis lagi,” katanya menegaskan.
Menurutnya, kondisi spread tinggi biasanya terjadi saat pembelian dilakukan di luar harga resmi. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap cermat dan mempertimbangkan harga pasar sebelum bertransaksi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....