Harga Emas Antam Turun Tajam, Investor: Peluang Akumulasi
- 27 Mar 2026 09:40 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Harga emas Antam turun ke Rp2.810.000 per gram, terkoreksi Rp40.000 dari posisi sebelumnya.
- Harga buyback ikut melemah menjadi Rp2.414.000 per gram, turun hingga Rp76.000.
- Investor menilai penurunan sebagai peluang akumulasi untuk tabungan jangka panjang.
RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas batangan Antam terjun ke level Rp2.810.000 per gram pada Jumat (27/3/2026). Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya bertahan di Rp2.850.000 sejak Rabu.
Berdasarkan pembaruan harga terakhir pukul 08.54 WIB, emas mengalami penurunan hingga Rp40.000 per gram. Tren ini memicu perhatian pelaku pasar, termasuk investor ritel di daerah.
Harga buyback atau pembelian kembali juga ikut terkoreksi cukup dalam. Nilainya turun menjadi Rp2.414.000 per gram, atau minus Rp76.000 dibandingkan harga sebelumnya.
Seorang investor emas di Malinau, Wiwin, menilai kondisi ini tidak sepenuhnya negatif bagi masyarakat. Ia menyebut penurunan harga justru membuka peluang bagi pembelian jangka panjang.
“Walau mungkin banyak yang menyesal karena sempat beli di harga pucuk, ini sebenarnya kesempatan yang bagus untuk serok sebanyak-banyaknya,” ujarnya.
Menurutnya, emas lebih tepat dipandang sebagai instrumen penyimpanan nilai. Ia menegaskan bahwa fluktuasi harga dalam jangka pendek tidak perlu terlalu dikhawatirkan.
“Karena bagaimana pun emas ini adalah simpanan untuk jangka panjang, jadi menurut saya tidak ada istilah rugi, kecuali memang niatnya untuk dijual lagi dalam waktu dekat,” katanya.
Wiwin juga memprediksi peluang penurunan harga masih terbuka. Namun ia menyarankan masyarakat tetap membeli sesuai kemampuan tanpa harus menunggu waktu tertentu.
“Menurut saya pribadi ada peluang emas untuk lebih turun lagi. Tapi buat yang mau beli untuk tabungan jangka panjang, beli saja kapan ada uangnya,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa dirinya tidak menganggap emas sebagai instrumen investasi aktif. Menurutnya, emas lebih cocok disebut sebagai tabungan yang relatif aman terhadap inflasi.
“Nilai asetnya cenderung bertahan, jadi lebih tepat disebut tabungan yang aman dari inflasi,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....