Enam Hari Menguat, Emas Antam Tembus Rp3,068 Juta

  • 24 Feb 2026 09:16 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau : Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan taringnya dengan mencatatkan kenaikan signifikan pada perdagangan Selasa pagi (24/2/2026). Berdasarkan pantauan pada pukul 08.31 WIB, komoditas logam mulia ini terus merangkak naik, memperpanjang tren positif yang telah berlangsung selama hampir sepekan terakhir.

Kenaikan harga yang terjadi hari ini menandai reli penguatan selama enam hari berturut-turut sejak Rabu pekan lalu. Konsistensi kenaikan ini menjadi sinyal kuat bagi pasar bahwa emas masih menjadi aset aman (safe haven) yang paling diminati oleh para investor di tengah fluktuasi ekonomi global yang dinamis.

Secara rinci, harga emas Antam per gram kini bertengger di level Rp3.068.000. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar Rp40.000 dibandingkan harga sebelumnya yang berada di posisi Rp3.028.000. Kenaikan yang cukup tajam ini membawa harga emas ke rekor baru di bulan Februari, sekaligus mempertegas dominasi logam kuning tersebut di pasar investasi.

Tidak hanya harga jual, harga pembelian kembali atau buyback oleh Antam juga ikut terdongkrak naik. Saat ini, harga buyback berada di posisi Rp2.854.000 per gram, atau mengalami kenaikan sebesar Rp41.000 dari posisi terakhir. Selisih kenaikan buyback yang lebih besar ini memberikan angin segar bagi pemilik emas yang berniat melakukan likuidasi aset dalam waktu dekat.

Tren penguatan harga ini terjadi secara bertahap dan hingga saat ini belum menunjukkan adanya tanda-tanda koreksi atau penurunan dalam sepekan terakhir. Pergerakan harga yang stabil naik ini menarik perhatian serius dari para investor di berbagai daerah, termasuk bagi masyarakat dan pelaku investasi logam mulia di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

Yuni, salah seorang investor emas di Malinau, memberikan tanggapannya terkait fenomena kenaikan beruntun ini. Menurutnya, pola kenaikan kali ini terasa lebih terukur dibandingkan lonjakan ekstrem yang sempat terjadi pada awal tahun. Meski belum ada penurunan sejak Rabu sore pekan lalu, ia tetap mencermati setiap pergerakan pasar dengan penuh ketelitian.

Walaupun harga sedang berada di puncak, Yuni mengaku tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam mengambil keputusan investasi. Ia menekankan bahwa sebagai investor kecil, fokus utama tetap pada tujuan keuangan jangka panjang. Ia pun mengimbau rekan sesama investor untuk terus mencermati dinamika pasar global serta menyesuaikan strategi investasi sesuai dengan profil risiko masing-masing agar tetap aman di tengah ketidakpastian harga. (*)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....