Harga Emas Antam Turun Tajam, Tiga Kali Melemah Pekan Ini

  • 18 Feb 2026 13:44 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam kembali turun pada perdagangan Rabu (18/2/2026) pukul 08.47 WIB. Harga per gram berada di level Rp2.878.000 atau turun Rp40.000 dibandingkan posisi sebelumnya.

Penurunan ini menjadi yang ketiga dalam pekan berjalan setelah koreksi harga pada awal pekan dan Selasa. Kondisi tersebut memicu perhatian pelaku pasar dan masyarakat yang memantau pergerakan logam mulia.

Data perdagangan menunjukkan harga sebelumnya berada di level Rp2.918.000 per gram. Sementara harga buyback turun Rp51.000 menjadi Rp2.655.000.

Pengamat emas di Malinau, Umar, menilai penurunan bertahap ini dipengaruhi kombinasi faktor global dan sentimen pasar domestik. Menurutnya, perubahan harga emas sering mengikuti pergerakan dolar Amerika Serikat dan kebijakan suku bunga global.

“Penurunan berturut-turut biasanya menunjukkan fase koreksi setelah kenaikan sebelumnya, bukan selalu tanda tren turun jangka panjang,” ujar Umar saat dimintai tanggapan.

Ia menjelaskan bahwa fluktuasi harga emas masih tergolong wajar dalam kondisi pasar yang dinamis. Investor disarankan memperhatikan tren mingguan dan bulanan sebelum mengambil keputusan transaksi.

Pada awal pekan, harga emas tercatat turun Rp14.000 per gram. Penurunan kemudian berlanjut pada Selasa dengan pelemahan sekitar Rp22.000 per gram.

Umar menambahkan bahwa momentum permintaan lokal juga dapat memengaruhi stabilitas harga di tingkat ritel. Namun, faktor global tetap menjadi penentu utama arah harga emas.

“Ketika harga turun, biasanya minat beli meningkat karena masyarakat melihat peluang akumulasi,” katanya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak hanya fokus pada perubahan harian yang bersifat jangka pendek. Strategi investasi emas, menurutnya, lebih efektif jika dilakukan secara bertahap dan konsisten.

Pelaku pasar diharapkan terus memantau perkembangan ekonomi internasional yang berpotensi memengaruhi harga emas. Pergerakan berikutnya masih terbuka, bergantung pada respons pasar terhadap dinamika global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....