Fenomena Ekonomi Malinau 2024: Batu Bara, Konstruksi dan Pertanian
- 13 Mar 2025 13:03 WIB
- Malinau
KBRN, Malinau: Perekonomian Kabupaten Malinau mengalami perubahan signifikan pada tahun 2024. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), penurunan produksi batu bara yang mencapai -3,57 persen berdampak pada perlambatan pertumbuhan ekonomi daerah.
"Ini dari sisi produksi ya, bukan dari sisi nilai, karena harga batu bara itu kan berubah-ubah, banyak faktor yang mempengaruhi," terang Kepala BPS Malinau, Yanuar Dwi Christyawan, dalam rilis laju pertumbuhan ekonomi Malinau 2024, Rabu (12/3/2025). Sementara itu, harga batu bara acuan (HBA) anjlok hingga 36,97 persen dibanding tahun sebelumnya.
Dampak penurunan sektor pertambangan sangat terasa dalam laju pertumbuhan ekonomi Malinau yang turun dari 4,22 persen pada 2023 menjadi 3,55 persen pada 2024. Sektor pertambangan dan penggalian sendiri mengalami perlambatan yang signifikan, dari 4,75 persen pada 2023 menjadi hanya 0,45 persen pada 2024.
Kendati demikian, beberapa sektor lain menunjukkan pertumbuhan yang positif. Sektor konstruksi mencatat kenaikan signifikan dari 3,31 persen pada 2023 menjadi 12,05 persen pada 2024, didorong oleh proyek infrastruktur besar seperti pembangunan fasilitas pemerintahan dan pusat perbelanjaan.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga tumbuh pesat, dari 2,14 persen pada 2023 menjadi 3,80 persen pada 2024, mencerminkan peningkatan produksi hortikultura, hasil ternak, dan hasil hutan.
Sektor jasa juga mengalami pertumbuhan yang cukup baik, terutama dalam penyediaan akomodasi dan usaha makan minum. Penyediaan akomodasi dan makan minum meningkat dari 6,78 persen pada 2023 menjadi 11,93 persen pada 2024, sejalan dengan bertambahnya jumlah hotel, rumah makan, cafe, dan UMKM di Malinau.
"Jumlah usaha penyediaan makan minum meningkat, terutama karena adanya penambahan hotel, rumah makan, cafe, dan UMKM di Malinau," kata Yanuar. Ia melanjutkan, realisasi belanja pegawai serta pembangunan infrastruktur oleh pemerintah daerah turut berkontribusi terhadap pertumbuhan beberapa sektor ekonomi.
Ia menekankan bahwa perubahan ini menunjukkan perlunya diversifikasi ekonomi di Malinau untuk mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan. "Someday sektor ini akan habis, dan ini sudah mulai terlihat dari penurunan produksi. Maka, sektor-sektor lain perlu terus didorong agar pertumbuhan ekonomi tetap stabil," pungkas Yanuar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....