Perkuat Layanan di Pedalaman, Dinkes Malinau Wacanakan Rolling Dokter

  • 29 Sep 2026 21:24 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Dinkes P2KB Kabupaten Malinau merancang skema rolling atau penugasan dokter secara bergiliran setiap tiga bulan untuk mengatasi keterbatasan tenaga medis di wilayah terpencil dan perbatasan.
  • Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Malinau Yuli Triana menyatakan bahwa strategi ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dokter di wilayah pedalaman yang masih mengalami kekurangan tenaga medis.
  • Program ini merupakan upaya konkret pemerintah daerah untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan di daerah yang sulit dijangkau.

RRI.CO.ID, Malinau - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Malinau menyiapkan strategi untuk mengatasi keterbatasan tenaga dokter di wilayah terpencil dan perbatasan. Salah satu upaya yang diwacanakan yakni menerapkan skema rolling atau penugasan dokter secara bergiliran setiap tiga bulan.

Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Malinau, Yuli Triana, mengatakan skema tersebut disiapkan sebagai salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan dokter di wilayah pedalaman yang selama ini masih mengalami keterbatasan tenaga medis.

Melalui pola penugasan bergilir, dokter yang tersedia akan secara berkala ditugaskan untuk memberikan pelayanan di wilayah perbatasan dan pedalaman. Dengan demikian, penugasan tidak harus dilakukan dalam jangka waktu panjang di satu wilayah.

“Jadi, biar semua dokter merasakan bertugas di wilayah perbatasan dan pedalaman. Jadi kan lebih singkat waktunya ya, berada di wilayah pedalaman. Dan itulah upaya-upaya yang kami tempuh saat ini,” ujar Yuli, Selasa (29/9/2026).

Yuli menjelaskan, pemenuhan dokter di wilayah pedalaman selama ini menghadapi kendala karena formasi yang dibuka pemerintah daerah belum mendapatkan pelamar. Upaya pemenuhan tenaga dokter telah dilakukan melalui usulan formasi CPNS dan PPPK, skema PJLP (Penyedia Jasa Lainnya Perorangan), hingga program Nusantara Sehat (NS).

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah perlu menyusun pola penugasan yang dapat menyesuaikan dengan keterbatasan jumlah dokter yang tersedia. Pasalnya, kebutuhan dokter juga masih terdapat di wilayah perkotaan, termasuk untuk mendukung pelayanan puskesmas selama 24 jam serta kegiatan pelayanan kesehatan di lapangan.

"Karena itu, penerapan rolling dokter nantinya perlu disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan tenaga medis di seluruh wilayah. Jangan sampai penempatan dokter ke wilayah tertentu justru menyebabkan kekurangan tenaga di wilayah lain," katanya.

Dinkes P2KB juga melakukan penataan terhadap tenaga kesehatan yang tersedia. Misalnya di Desa Long Sule, Kecamatan Kayan Hilir, perawat asal Long Sule yang sebelumnya ditugaskan di Long Berang akan kembali bertugas di Long Sule guna menambah tenaga kesehatan di wilayah tersebut.

Yuli menegaskan, berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan dan pedalaman, sembari tetap menjaga ketersediaan tenaga kesehatan di wilayah lainnya. (Ading)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....