Percepat Eliminasi TBC, Pemkab Malinau Tingkatkan Kolaborasi Lintas Sektor

  • 26 Agt 2026 21:33 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau – Pemerintah Kabupaten Malinau memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya mempercepat penanggulangan tuberkulosis (TBC) di wilayah Kabupaten Malinau.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Malinau, Yuli Triana, S.Sos., M.Si., dalam laporannya pada kegiatan Rapat Kerja Lintas Sektoral Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Kabupaten Malinau 2026 di Ruang Laga Feratu, Rabu (26/8/2026).

Yuli mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi dan kerja sama lintas sektor dalam pencegahan serta penanggulangan TBC.

“Penanggulangan TBC tidak hanya dilakukan oleh sektor kesehatan. Dibutuhkan sinergi lintas sektoral dan peran aktif seluruh unsur di tingkat kecamatan hingga desa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, TBC masih menjadi persoalan kesehatan serius karena penularannya cukup mudah. Seseorang yang menderita TBC dan tidak mendapatkan pengobatan yang tepat berpotensi menularkan penyakit kepada 10 hingga 15 orang di sekitarnya dalam kurun waktu satu tahun.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, sepanjang 2025 sebanyak 3.749 orang telah menjalani skrining TBC di 15 kecamatan. Dari jumlah tersebut ditemukan 291 orang positif TBC.

Menurut Yuli, angka tersebut tidak boleh membuat pemerintah berpuas diri. Sebab, setiap kasus yang ditemukan berpotensi menimbulkan penularan lebih luas, termasuk kepada orang yang mengalami TBC laten.

Untuk mempercepat penanganan, Dinas Kesehatan menyiapkan sejumlah strategi. Pertama, tracking TBC terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang meliputi skrining kontak serumah dan kontak erat, penyuluhan, pengambilan dahak, tes tuberkulin hingga pengiriman sampel.

Kegiatan tersebut akan melibatkan Dinas Kesehatan, puskesmas, kader, camat, kepala desa, ketua RT, tokoh agama, tokoh masyarakat serta komunitas di desa.

Strategi kedua adalah pembentukan Desa Siaga TBC sebagai basis pemberdayaan masyarakat. Program ini diarahkan untuk mempercepat penemuan kasus, memastikan pengobatan tuntas, mencegah penularan serta mempermudah akses masyarakat terhadap layanan TBC.

Tiga indikator utama Desa Siaga TBC yang akan dipantau meliputi pelacakan kontak, keberhasilan pengobatan dan terapi pencegahan TBC (TPT).

“Pada semester kedua 2026, kita akan launching Desa Siaga TBC di empat kecamatan, yaitu Malinau Kota, Malinau Utara, Malinau Barat dan Mentarang,” jelasnya.

Strategi ketiga adalah mobil klinik TBC dengan konsep jemput bola. Layanan ini menyasar wilayah yang belum terjangkau secara maksimal, khususnya daerah dengan potensi penularan TBC yang masih tinggi.

Tim gabungan dari Dinas Kesehatan, RSUD dan puskesmas akan diterjunkan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Yuli juga meminta dukungan seluruh perangkat daerah, termasuk Bappeda, Dinas PMD dan Dinas Pendidikan, sesuai tugas dan kewenangannya masing-masing.

Ia juga mengajak camat, kepala desa dan ketua RT membantu memobilisasi masyarakat dalam kegiatan tracking, Desa Siaga TBC serta berbagai program pencegahan dan penanggulangan TBC.

Sementara itu, kader kesehatan diharapkan aktif melakukan pelacakan, edukasi dan pendampingan pasien. Tokoh masyarakat dan tokoh agama juga dinilai memiliki peran penting dalam mengurangi stigma negatif terhadap penderita TBC.

“Jangan sampai karena stigma, penderita TBC justru terisolasi dan tidak mendapatkan penanganan dengan baik,” katanya.

Yuli turut mendorong keterlibatan PKK desa dalam upaya pencegahan dan penanggulangan TBC, serta mengajak seluruh masyarakat menciptakan lingkungan yang mendukung pasien agar menyelesaikan pengobatan hingga tuntas.

“Kami berharap kegiatan ini mendapat dukungan penuh lintas sektoral sehingga pelaksanaannya di lapangan bukan menjadi kegiatan Dinas Kesehatan saja, tetapi menjadi gerakan bersama Pemerintah Kabupaten Malinau,” pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....