Persatuan Dayak Kayan Jadi Kekuatan Indonesia di Perbatasan
- 17 Agt 2026 21:22 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat di wilayah perbatasan.
- Keberagaman suku, bahasa, dan budaya merupakan kekuatan utama yang harus terus dirawat untuk menjaga keutuhan NKRI.
- Ketua Umum Persatuan Dayak Kayan menekankan bahwa semangat persatuan etnis dan suku bangsa harus terus dijaga oleh masyarakat perbatasan.
RRI.CO.ID, Malinau - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk kembali memperkuat persatuan, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan. Keberagaman suku, bahasa dan budaya dinilai menjadi kekuatan yang harus terus dirawat untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ketua Umum Persatuan Dayak Kayan, Ping Ding, mengatakan persatuan seluruh etnis dan suku bangsa merupakan salah satu kekuatan utama Indonesia. Semangat tersebut, menurutnya, juga harus terus dijaga oleh masyarakat yang berada di kawasan perbatasan.
“Kita bersyukur, karena bangsa kita melihat Indonesia itu sebuah bangsa yang sangat kuat. Makanya dengan adanya persatuan antara semua etnis dan suku bangsa yang ada di Indonesia, itulah kekuatan Indonesia,” ujar Ping Ding, Senin (17/8/2026).
| Baca juga: Gerakan Literasi Hadir di TBM Desa Sule Pipa |
Menurutnya, masyarakat perbatasan memiliki peran penting dalam menjaga keberadaan Indonesia sebagai satu kesatuan. Terlebih, sebagian masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan berada jauh dari pusat layanan pemerintah dengan berbagai keterbatasan yang dihadapi.
Ping Ding berharap masyarakat perbatasan tetap teguh mempertahankan identitas dan kecintaannya terhadap Indonesia, meskipun hidup dalam lingkungan yang memiliki keberagaman suku, bahasa dan budaya.
“Dari kita semua berharap, apalagi warga yang ada di perbatasan, yang jauh-jauh dari layanan pemerintah, tetap bersikukuh agar menjadikan Indonesia benar-benar Indonesia,” katanya.
Ia menilai perbedaan yang ada di Indonesia justru menjadi kekuatan apabila dipadukan dalam semangat persatuan. Keberagaman bahasa, suku dan ras tidak seharusnya menjadi sekat, tetapi menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia.
“Indonesia yang kita cita-citakan, beda-beda bahasa, beda-beda suku, beda-beda ras, kita jadi satu. Itulah kekuatan melalui semangat suku bangsa yang ada di Indonesia untuk merdeka,” ujarnya.
Ping Ding menegaskan, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk meneruskan semangat tersebut. Menurutnya, menjaga persatuan dan keutuhan NKRI menjadi bagian penting dalam memaknai kemerdekaan, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah perbatasan.
“Yang terpenting itu kita tetap dalam lingkaran NKRI, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan memadukan semua kekuatan perbedaan itu menjadi satu,” katanya.
Ia menambahkan, semangat persatuan tidak cukup hanya diwujudkan dalam pernyataan, tetapi juga perlu diterjemahkan melalui karya nyata. Antara lain dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, membangun ekonomi yang berkeadilan, serta memperkuat kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
Menurutnya, pembangunan dan penguatan kehidupan masyarakat tersebut pada akhirnya merupakan bagian dari upaya mengisi kemerdekaan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa yang mampu hidup berdampingan secara damai dengan bangsa lain.
“Kita mengisinya dengan semua karya-karya nyata kita, baik peningkatan sumber daya manusia kita, ekonomi yang berkeadilan, dan sosial budaya yang terus kita tingkatkan menjadi satu nilai kehidupan berbangsa dan bernegara,” tutur Ping Ding.
Ia berharap semangat persatuan dalam keberagaman tersebut terus diwariskan kepada generasi penerus, termasuk kepada masyarakat di wilayah perbatasan, sehingga keutuhan NKRI tetap terjaga dan Indonesia dapat terus tumbuh sebagai bangsa yang kuat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....