Banjir di Long Alango Capai 8 Meter, Aktivitas Sungai Lumpuh
- 03 Jul 2026 23:27 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Banjir melanda aliran Sungai Bahau, Desa Long Alango, Kecamatan Bahau Hulu, sempat capai 8 meter Jumat (3/7/2026) dini hari sebelum surut.
- Aktivitas sungai lumpuh total, angkutan orang, barang, dan logistik pangan terhenti sementara.
RRI.CO.ID, Malinau - Banjir melanda aliran Sungai Bahau Desa Long Alango, Kecamatan Bahau Hulu dalam beberapa hari terakhir. Ketinggian air sempat mencapai 8 meter pada Jumat (3/7/2026) dini hari sebelum berangsur surut.
Warga setempat, Roni Manan, menuturkan banjir kali ini tergolong besar dibanding hari-hari sebelumnya. Ia menyebut kenaikan air terjadi cepat, mulai pukul 03.00 hingga 05.00 WITA.
"Selama beberapa hari ini banjir tapi hanya banjir sedang saja. Hari ini lumayan besar dari jam 03-05 naik hingga 8 meter, tapi saat ini sudah mulai surut," kata Roni saat dikonfirmasi pada siang hari.
| Baca juga: SOA Udara Malinau 2026 Fokus Tujuh Rute |
Ia menjelaskan, ketinggian 8 meter tersebut diukur berdasarkan tanda pantau milik warga di aliran Sungai Bahau. Menurutnya, jika air sudah mencapai level tersebut, aktivitas warga di sungai otomatis terhenti.
"Kalau sudah seperti itu, aktivitas di sungai sudah lumpuh total," ujarnya. Ia menambahkan, kondisi itu turut menghentikan sementara angkutan orang, barang, hingga logistik pangan yang biasa melintasi jalur sungai.
Roni menyebut, kondisi cuaca ekstrem sudah berlangsung sejak dua pekan terakhir. Hujan disebutnya turun hampir tanpa jeda, memicu banjir sedang secara berulang di kawasan tersebut.
Meski banjir hari ini tergolong besar, Roni memastikan dampaknya tidak dirasakan langsung di wilayah Long Alango. Namun, ia mengingatkan potensi dampak justru mengarah ke wilayah hilir.
"Tidak berdampak untuk kita di sini, tapi akan ada dampaknya di wilayah Sungai Kayan, dari Long Peso sampai Tanjung Selor," katanya.
Kendati permukaan air berangsur turun, warga di kawasan itu diimbau tetap waspada. Kekhawatiran akan datangnya banjir susulan masih membayangi.
"Saat ini tetap siaga, takutnya ada banjir susulan," ujar Roni. (Ading)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....