Warga Masih Kesulitan Transportasi, Long Sule Butuh Jalan Memadai

  • 18 Jun 2026 23:24 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Warga Desa Long Sule berharap pemerintah melanjutkan pembangunan akses jalan karena kampung tersebut masih belum memiliki jalur yang dapat dilalui kendaraan penumpang.
  • Keterbatasan infrastruktur transportasi membuat mobilitas warga terhambat, warga harus berjalan kaki selama dua hingga tiga hari menuju lokasi lain untuk berbagai keperluan.

RRI.CO.ID, Malinau - Warga Desa Long Sule, Kecamatan Kayan Hilir, berharap pembangunan akses jalan darat menuju kampung mereka dapat dilanjutkan. Hingga kini, Long Sule masih menjadi salah satu wilayah di Apau Kayan yang belum memiliki akses jalan yang dapat dilalui kendaraan penumpang.

Kepala Desa Long Sule, Jarod Irei, mengatakan badan jalan menuju kampung tersebut sebenarnya telah dibuka sejak 2022. Namun, hingga sekarang jalur tersebut belum dapat digunakan oleh sepeda motor maupun mobil.

"Kami sangat membutuhkan akses jalan. Long Sule ini satu-satunya daerah di Apau Kayan yang belum tembus akses jalannya," kata Jarod kepada RRI, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat mobilitas masyarakat masih sangat terbatas. Warga tidak memiliki banyak pilihan transportasi ketika harus bepergian ke luar kampung untuk berbagai keperluan.

Ia menjelaskan, jalan yang telah dibuka masih berupa badan jalan yang belum dapat dilalui kendaraan. Saat ini hanya alat berat seperti ekskavator dan traktor yang mampu melintas di jalur tersebut.

"Untuk masyarakat masih harus berjalan kaki. Kendaraan belum bisa lewat sampai sekarang," ujarnya.

Jarod berharap pemerintah dapat melanjutkan pembangunan yang sempat dilakukan beberapa tahun lalu. Menurutnya, penyelesaian akses jalan akan memberikan dampak besar terhadap aktivitas masyarakat.

Ia menilai, keberadaan jalan yang memadai akan mempermudah akses pendidikan, pelayanan kesehatan, distribusi kebutuhan pokok, hingga kegiatan sosial dan keagamaan warga.

"Harapan kami ke depan supaya akses jalan ini bisa dibuka dan dilanjutkan kembali. Kami berharap ada perhatian yang lebih serius untuk menyelesaikannya," katanya.

Keterbatasan akses tersebut kembali terlihat ketika puluhan warga Long Sule harus menempuh perjalanan darat menuju Long Top untuk melanjutkan perjalanan ke Mahak Baru, Kecamatan Sungai Boh. Sebanyak 53 warga berjalan kaki puluhan kilometer karena jalur yang tersedia belum dapat dilalui kendaraan.

Perjalanan tersebut memakan waktu dua hingga tiga hari dengan medan berupa hutan, rawa, anak sungai, dan perbukitan. Kondisi itu menjadi gambaran masih terbatasnya sarana transportasi yang tersedia bagi masyarakat Long Sule. (Ading)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....