Permudah Transportasi Sungai. Giram Baru Sungai Bahau Diledakkan

  • 21 Sep 2025 14:50 WIB
  •  Malinau

KBRN, Malinau: Setelah sempat memgalami gangguan akibat longsor yang menyebabkan terbentuknya giram baru di Sungai Bahau dan cukup membahayakan, jalur transpotasi sungai masyarakat di Kecamatan Pujungan, Kabupaten Malinau, saat ini sudah diledakkan oleh tim Batalyon Seni Tempur 17/ Ananta Darma. Peledakan ini setelah mendapat perintah.langsung Pqngdam 6/Mulawarman atas laporan da permintaam Bupati Malinau, Wempi W Mawa.

Bupati segera mengambil langkah cepat dengan menghubungi Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, S.I.P., M.Sc. Atas perintah Pangdam, Yonzipur 17/Ananta Dharma ditugaskan untuk melakukan penanganan teknis bersama Kodim 0910/Malinau di bawah komando Letkol Inf M. Syaiful Arif, S.I.P. Tim Yonzipur dalam operasi ini dipimpin langsung oleh Lettu Czi Gustav Salettia.

PDandim 0910/Malinau langsung merespons dengan menggelar rapat terbatas bersama Pemda Malinau, BPBD, dan instansi terkait guna mematangkan rencana operasi lapangan. Pada 13 September 2025 pukul 08.30 WITA, Dandim memimpin apel pengecekan pasukan yang terdiri dari 5 personel Kodim 0910/Malinau, 14 personel BPBD Malinau, serta 7 prajurit Yonzipur 17/Ananta Dharma. "Dari Malinau, tim berangkat menuju Desa Long Lejo, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan melalui jalur darat selama 4 jam," terangnya.

Setibanya di Peso, rombongan disambut hangat masyarakat Kecamatan Pujungan dan Kecamatan Bahau Hulu yang turut mendukung penuh operasi peledakan. Kebersamaan warga dan aparat ini menjadi simbol nyata sinergi dalam menjaga kelancaran transportasi. Perjalanan dilanjutkan melalui jalur Sungai Bahau selama 3 jam hingga akhirnya tim tiba di lokasi sasaran pukul 15.30 WITA.

Pada 14 September 2025 pukul 09.00 WITA, tim blasting Yonzipur 17 melakukan peninjauan awal, namun kondisi debit air yang tinggi membuat pemeriksaan detail belum bisa dilaksanakan. "Baru pada 16 September 2025, pengecekan kembali dilakukan dan ditemukan ada 10 batu besar yang harus diledakkan untuk memulihkan alur sungai," kata Damdim 0910/Malinau.

Sehari kemudian, 17 September 2025, tim melaksanakan pembersihan area, membangun jembatan darurat, memasang tali pengaman, dan melakukan pengeboran batu untuk penempatan bahan peledak.

Puncak kegiatan berlangsung pada 18 September 2025 pukul 08.30 WITA, saat tim Yonzipur 17/Ananta Dharma yang dipimpin Lettu Czi Gustav Salettia berhasil melakukan peledakan pertama terhadap dua batu besar berukuran 7 meter dan 4 meter. "Proses peledakan dilanjutkan kembali pada 19 September 2025 pukul 16.30 WITA, sehingga hingga kini total 3 batu besar dari 10 target sudah berhasil dihancurkan," terangnya.

Meski operasi berjalan dengan baik, tim masih menghadapi tantangan berat di lapangan. Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat debit air Sungai Bahau bisa naik secara tiba-tiba. "Sehingga mengharuskan seluruh personel bekerja dengan kewaspadaan tinggi. Selain itu, medan yang curam dan licin juga menjadi ujian tersendiri bagi tim gabungan," katanya.(*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....