Tebing Terus Tergerus, Prioritas Penanganan Longsor Apau Ping
- 02 Jul 2025 13:01 WIB
- Malinau
KBRN, Malinau : Pemerintah Kabupaten Malinau menyiapkan langkah penanganan terhadap abrasi sungai yang terjadi di Desa Apau Ping, Kecamatan Bahau Hulu. Kondisi ini disebabkan oleh longsor yang melanda kawasan tepian sungai dan mengancam pemukiman warga, termasuk fasilitas strategis yang ada di wilayah tersebut.
Bupati Malinau Wempi W. Mawa menjelaskan, abrasi sepanjang hampir 200 meter terjadi tepat di belakang rumah-rumah penduduk. Dampaknya mulai terasa langsung, terutama saat debit sungai meningkat akibat curah hujan tinggi beberapa waktu terakhir.
“Terjadi longsor dalam kawasan desa. Tepian sungai terkikis, posisinya sudah sangat dekat dengan rumah warga,” ujar Wempi saat memberikan keterangan kepada media, Selasa (1/7/2025).
Desa Apau Ping sendiri menjadi perhatian khusus karena juga merupakan lokasi Pos Pengamanan Perbatasan (Pamtas). Dengan posisi strategis tersebut, potensi risiko dari abrasi dianggap tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.
Sebagai langkah awal, pemerintah daerah berencana membangun bronjong untuk menahan tebing sungai agar tidak terus tergerus. Namun, Wempi mengakui, proses ini membutuhkan waktu, perencanaan teknis, serta dukungan anggaran lintas instansi.
“Penahan tebing dengan bronjong sedang kita koordinasikan. Ini butuh biaya dan waktu, jadi tidak bisa langsung. Tapi yang jelas sudah kami laporkan ke Gubernur, Balai Sungai, dan juga pihak terkait lain,” ujarnya.
Ia menambahkan, longsor di Apau Ping terjadi hampir bersamaan dengan peristiwa serupa di Sungai Bahau. Secara keseluruhan, terdapat sedikitnya 15 desa di dua kecamatan, yakni Pujungan dan Bahau Hulu yang terdampak akibat kondisi sungai yang tidak stabil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....