BMKG: Tana Tidung Berpotensi Hujan Ringan di Siang Hari, Cek Infonya!
- 11 Mar 2026 08:34 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tanjung Harapan kembali merilis prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah Kabupaten Tana Tidung (KTT) dan sekitarnya. Informasi ini bertujuan sebagai panduan bagi masyarakat dalam merencanakan aktivitas harian agar berjalan lancar dan aman.
Prakirawan BMKG, Dewi Paramita, menjelaskan bahwa pada pagi hari ini, Rabu (11/3/2026), kondisi cuaca di Bumi Upun Taka diperkirakan akan didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga berawan. Suasana yang teduh ini dinilai sangat mendukung berbagai mobilitas warga, mulai dari sektor pemerintahan, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi pasar.
Namun, masyarakat diminta tetap menyiapkan payung atau jas hujan saat memasuki siang hari. Berdasarkan pantauan radar cuaca, terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan yang diprediksi akan mengguyur sejumlah titik strategis di wilayah Tana Tidung.
"Wilayah seperti Muruk Rian dan Sesayap berpotensi mengalami hujan ringan pada periode siang hari. Kami mengimbau warga yang beraktivitas di luar ruangan untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca lokal ini," ungkap Dewi Paramita dalam keterangan resminya.
Beranjak ke malam hari, intensitas hujan diperkirakan akan mereda. Cuaca di wilayah Kabupaten Tana Tidung secara umum diprediksi kembali stabil dengan kondisi berawan. Situasi ini diperkirakan akan bertahan hingga menjelang pergantian hari atau dini hari nanti.
Terkait parameter suhu, BMKG mencatat suhu udara di wilayah KTT berada pada rentang $23^{\circ}\text{C}$ hingga $31^{\circ}\text{C}$. Angka ini masih dalam kategori normal untuk wilayah Kalimantan Utara, meskipun tingkat kelembapan udara perlu tetap diperhatikan oleh masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap cuaca.
Selain kondisi daratan, BMKG juga memberikan perhatian khusus pada keselamatan transportasi air. Untuk perairan Kalimantan Utara, angin diperkirakan bertiup dari utara hingga timur laut dengan kecepatan 4 hingga 15 knot, serta tinggi gelombang yang relatif rendah di kisaran 0,1 hingga 0,5 meter.
Sementara itu, untuk wilayah perairan Sulawesi Utara bagian barat, angin bergerak sedikit lebih kencang dengan kecepatan hingga 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1 meter. Informasi maritim ini menjadi peringatan penting bagi para nelayan dan motoris speed boat agar selalu mengutamakan keselamatan saat melintas di jalur perairan tersebut.