Makna Tahun Kuda Api: Saatnya Bangkit Berpacu Mengisi Peluang
- 18 Feb 2026 13:55 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau – Kediaman Keluarga Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) Kabupaten Malinau, Fredy Lians adalah salah satu dari 10 daftar keluarga dan tokoh warga Tionghoa Malinau yang menjadi sasaran tujuan dari kunjungan silaturahmi rombongan Bupati Malinau pada hari rayaImlek tahun 2026 masehi, Selasa (17/2/2026). Fredy juga menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili kepada seluruh warga yang merayakan, khususnya masyarakat di Kabupaten Malinau dan sekitarnya serta para pejabat pemerintah rombongan Bupati Malinau yang turut merayakannya.
Fredy LIans mengatakan, dalam kalender Topnghoa, tahun ini merupakan Tahun Kuda Api yang dimaknai sebagai momentum untuk bekerja lebih cepat, lebih keras, serta berjuang mengejar berbagai ketertinggalan. khususnya bagi masyarakat Malinau.
“Kuda itu kan larinya cepat. karena itu, setiapoarng yang menunggangi kuda harus bisa menyesuaikan saat berada diatas juda. bukan kudanya menyeseuaikan dengan manusia. Artinya, kita dituntut untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada,” ujar Fredy.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan, kerukunan, dan toleransi antarwarga serta antar etnis agar kehidupan bermasyarakat tetap damai dan saling menghormati. “Tema kita tahun ini adalah menjaga keharmonisan seluruh warga dan etnis yang ada di sekitar kita. Kita harus menjaga kerukunan dan toleransi agar dapat hidup rukun sebagai masyarakat,” lanjutnya.
Selain itu, Fredy mengaku bangga dan berterima kasih atas kehadiran Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta jajaran pemerintah daerah yang turut merayakan suasana Imlek bersama masyarakat. Kebersamaan tersebut menjadi wujud nyata silaturahmi yang perlu terus dipererat. “Mudah-mudahan silaturahmi ini terus terjaga dan budaya saling berkunjung dapat kita lanjutkan pada berbagai perayaan ke depan,” ujarpnya dan berharap semangat kebersamaan yang terjalin dalam perayaan Imlek tahun ini dapat terus terjaga demi persatuan dan keharmonisan masyarakat Kabupaten Malinau.
Sementara itu, salah satu tokoh perempuan Tionghoa, Mintje Setiawan juga mengatakan, bahwa di tahun kuda api setiap orang dituntut untuk bekerja keras seperti cepatnya kuda lari. bukan berarti mencari kekuatan atau siap yang lebih hebat. "Tetapi lebih kepada pengharapan agar tahun ini menjadi lebih sukses, lebih sesjahatera dalam mengikuti perkembangan dan tuntutan zaman," katanya.(*)