‎Haul Raja Tuo Jadi Momentum Penguatan Budaya Malinau

  • 22 Nov 2025 19:41 WIB
  •  Malinau

‎KBRN, Malinau : Pemerintah Kabupaten Malinau menghadiri pelaksanaan haul kedua keluarga besar Panembahan Raja Tuo yang dilaksanakan Lembaga Kekerabatan Panembahan Sebawang - Sri Baginda Maharaja di Masjid Agung Darujalal pada Sabtu (22/112025).

‎Kegiatan keagamaan dan budaya ini dinilai penting sebagai sarana memperkuat tradisi lokal serta menjaga silaturahmi masyarakat, khususnya warga Tidung di Malinau.

‎Kehadiran pemerintah daerah merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya yang telah hidup di tengah masyarakat muslim Malinau. Wakil Bupati Malinau, Jakaria, hadir bersama Sekretaris Daerah, Ernes Silvanus dan Asisten I, Kamran Daik.

‎Menurut Jakaria, haul ini menjadi tradisi masyarakat untuk mengenang para leluhur, termasuk tokoh-tokoh kerajaan yang pernah mempersatukan berbagai suku di wilayah Malinau.

‎“Ini penting sekali menurut pemerintah untuk menghidupkan kembali budaya, karena haul adalah bagian dari tradisi masyarakat muslim di Kabupaten Malinau,” ujarnya.

‎Jakaria menilai pelaksanaan kegiatan tersebut menunjukkan bagaimana nilai sejarah tetap dijaga oleh masyarakat hingga saat ini. Pemerintah daerah berharap agenda ini dapat terus berlanjut.

‎“Kita berharap semua ini menjadi upaya pemerintah dan masyarakat untuk mempersatukan warga melalui kegiatan adat dan budaya,” kata Jakaria.

‎Sebagai tokoh yang dihormati dalam sejarah Tidung, Raja Tuo, bernama asli Muhammad Ali Hanapia, adalah bangsawan Berau, putra Abdullah bergelar Pangeran Raja Muda dan Ny. Ikes.

‎Ia masuk dalam lingkar kepemimpinan Tidung setelah menikahi Aji Ratu, putri kedua Panembahan IX Aji Hasan atau Panembahan Alimuddin Hasan Pemekasan.

‎Karena Panembahan Alimuddin tidak memiliki putra laki-laki, para menteri dan bangsawan Tidung sepakat menyerahkan tahta kepada Muhammad Ali Hanapia.

‎Sejak penobatannya sebagai Panembahan Raja Tuo, ia dikenal sebagai pemimpin yang mempersatukan berbagai suku di wilayah Malinau dan meninggalkan warisan kepemimpinan yang terus dikenang melalui tradisi haul hingga kini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....