Jaga Stabilitas Harga jelang Lebaran, Pemkab Malinau Gelar Pangan Murah
- 12 Mar 2026 04:10 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau – Pemerintah Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, bergerak cepat menjaga stabilitas harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 Hijriah. Upaya nyata ini diwujudkan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dipusatkan di halaman kantor Perusda Intimung Malinau, Rabu (11/3/2026) pagi.
Sekretaris Kabupaten Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi, MM, MH, menegaskan bahwa program ini merupakan representasi kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat. Menurutnya, negara harus memastikan warga dapat menjalankan ibadah puasa dan menyambut Lebaran tanpa rasa cemas terkait kebutuhan pokok.
Langkah strategis yang diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan ini bertujuan utama untuk mengendalikan laju inflasi di daerah. Selain itu, kegiatan ini menjadi solusi konkret untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga meskipun terdapat tren kenaikan harga pangan secara nasional.
"Target utama kita adalah menekan laju inflasi daerah. Kami sangat berharap masyarakat bisa berfokus menjalankan ibadah dengan tenang tanpa harus terbebani oleh lonjakan harga pangan yang tinggi di pasaran," terang Ernes Silvanus saat meninjau lokasi kegiatan.
Dalam GPM kali ini, pemerintah menyediakan paket subsidi yang sangat terjangkau. Masyarakat cukup membayar Rp55.000 untuk beras SPHP kemasan 5 kilogram, minyak goreng seharga Rp15.000 per liter, dan telur ayam seharga Rp60.000 per piring, yang semuanya jauh di bawah harga pasar.
Sebagai perbandingan, harga beras SPHP di pasar umum saat ini menyentuh Rp65.000 per 5 kilogram, sementara minyak goreng mencapai Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter. Selisih harga ini dianggap sebagai penghematan besar yang sangat membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga warga Malinau.
Tak hanya menjual komoditas pabrikan, Pemkab Malinau juga merangkul para petani lokal untuk memasarkan hasil bumi mereka secara langsung. Keterlibatan petani sayur ini mendapat apresiasi khusus dari Sekda karena mendukung program Pertanian Sehat (Pesat) yang dicanangkan kabupaten.
Menutup keterangannya, Ernes berharap agar Dinas Ketahanan Pangan dapat melaksanakan kegiatan serupa secara periodik. Sinergi antara pemerintah, petani, dan pelaku usaha diharapkan mampu menciptakan ketahanan pangan yang tangguh di Kabupaten Malinau, khususnya di masa-masa krusial menjelang hari raya. (*)