Peringatan Hari Desa, Inovasi Posyantek Sempayang Jadi Sorotan
- 28 Jan 2026 16:48 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau : Inovasi Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) Karya Mandiri Desa Sempayang menjadi sorotan pada peringatan Hari Desa, Rabu (28/1/2026) di Desa Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang, berkat prestasi nasional di bidang teknologi pertanian.
Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A Paliwang, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dalam momen pembukaan. Menurutnya, keberhasilan Desa Sempayang membuktikan bahwa desa-desa di Kalimantan Utara mampu bersaing di tingkat nasional melalui inovasi dan kemandirian.
“Desa Sempayang melalui Posyantek berhasil meraih juara satu di tingkat nasional dalam lomba teknologi tepat guna tahun 2024. Ini menunjukkan bahwa desa-desa di Kalimantan Utara layak dan mampu bersaing di panggung nasional,” kata Zainal A Paliwang.
Desa Sempayang, Kecamatan Malinau Barat menjadi salah satu dari dua desa di Kalimantan Utara yang disebut Gubernur Kalimantan Utara ini sebagai desa berprestasi, dan menjadi satu-satunya di Malinau pada sektor tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Sempayang, Aprem, mengatakan keberhasilan Posyantek Karya Mandiri tidak terlepas dari kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, hingga lembaga pendidikan.
Namun demikian, ia menegaskan kemandirian desa menjadi fondasi utama pengembangan Posyantek. “Kami tentu bekerja sama dengan banyak pihak, tapi yang paling penting Posyantek ini tumbuh dari kemandirian desa dan kebutuhan masyarakat,” ujar Aprem saat ditemui di Pulau Sapi.
Aprem yang menjabat sebagai Kepala Desa Sempayang sejak 2019 menjelaskan, inovasi teknologi tepat guna berawal dari hobinya membuat peralatan sederhana untuk membantu petani. Pengurus Posyantek berupaya menghadirkan solusi teknologi yang dapat mempermudah pekerjaan masyarakat di lapangan.
Prestasi Posyantek Karya Mandiri Desa Sempayang dinilai menjadi contoh bahwa inovasi berbasis kebutuhan lokal mampu mendorong kemajuan desa sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Salah satu produk inovasi yang lahir dari posyantek ini adalah mesin pencacah jagung yang kini dibanderol dengan harga Rp6.500.000 per unit.
Di samping itu, secara keseluruhan, kata Zainal, status desa di Kalimantan Utara dalam beberapa tahun terakhir mengalami perkembangan signifikan.
Pada awal 2021, daerah ini masih memiliki 208 desa tertinggal dan 26 desa sangat tertinggal, namun kini jumlahnya menurun menjadi 60 desa tertinggal dan nol desa dengan status sangat tertinggal.
Zainal menilai, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama yang dilakukan secara terencana, terukur, dan tervalidasi. Ia pun menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta media dalam pembangunan desa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....