Inspektorat Gunakan Seni Jalanan untuk Perkuat Budaya Antikorupsi
- 21 Nov 2025 10:59 WIB
- Malinau
KBRN, Malinau : Inspektorat Kabupaten Malinau menggelar Lomba Mural Antikorupsi sebagai upaya membangun budaya integritas melalui media seni yang dekat dengan masyarakat, Jumat (21/11/2025) di area Siring Beton PDAM Desa Kuala Lapang, Malinau Barat. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperingati Hari Antikorupsi Dunia (Hakordia) 2025 yang diperingati setiap 9 Desember.
Inspektur Inspektorat, Dani Subroto, menjelaskan bahwa lomba mural ini menjadi bagian dari kampanye edukatif pencegahan korupsi yang ingin diperluas kepada publik. Ia menyebut pemanfaatan ruang publik sebagai sarana pesan visual menjadi alasan dipilihnya media mural sebagai pendekatan.
“Kenapa nggak kita rapikan sekaligus kita kampanyekan melalui mural, dan sepakat dan kami laksanakan. Menurut kami, langkah ini sebagai awal yang baik untuk membangun ruang publik yang edukatif dan inspiratif di Kabupaten Malinau,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Sebanyak 10 tim dengan total 30 peserta yang terdiri dari pelajar SMA/SMK hingga kelompok seni ikut berpartisipasi. Dani menekankan bahwa tujuan utama kegiatan adalah menanamkan nilai antikorupsi dan integritas sejak dini, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam gerakan antikorupsi.
Menurutnya, mural mampu memberikan pesan moral secara langsung dan mudah dipahami. “Karya ini tidak hanya estetis, tetapi memiliki pesan kejujuran dan tanggung jawab,” sebutnya.
Dani juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan berbagai pihak yang telah mendukung. Ia menegaskan bahwa pencegahan korupsi membutuhkan sinergi lintas sektor, baik pemerintah, sekolah, maupun masyarakat.
Lomba Mural Hakordia 2025 ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman publik tentang bahaya korupsi sekaligus memperkuat budaya integritas di ruang publik. Peserta juga diminta memandang karya mural sebagai kontribusi mereka terhadap gerakan perubahan.
Dani menambahkan, lomba mural merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pihaknya tahun ini untuk menanamkan budaya antikorupsi di Malinau. "Sebelumnya kita ada edukasi ke berbagai kelompok masyarakat, lomba video anti-korupsi, termasuk Rakorwasin, yang nanti puncaknya di tanggal 9 Desember, kita akan lakukan apel bersama," pungkas Dani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....