Fluktuasi Harga Emas Pekan Depan Diprakirakan Tinggi, Mesti Cermat Saat Beli
- 04 Okt 2026 16:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Harga emas dunia pada pekan depan diprakirakan akan mengalami fluktuasi yang tajam, sehingga berpengaruh pada fluktuasi harga logam mulia di dalam negeri
- Sejumlah faktor akan mempengaruhi pergerakan harga emas dan minyak dunia serta indeks dolar AS pekan depan.
RRI.CO.ID, Jakarta – Harga emas dunia pada pekan depan diprakirakan akan mengalami fluktuasi tajam. Hal ini dipengaruhi pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) dan harga minyak dunia.
Menurut Bloomberg, harga emas dunia pada Minggu 4 Oktober 2026 berada di level USD4.141 per troy ons. Ini berarti naik tipis dibandingkan sehari sebelumnya pada level USD4.139 per troy ons.
“Emas dunia sepekan ke depan diprakirakan akan ditransaksikan di kisaran USD4.033-USD4.255 per troy ons. Fluktuasinya cukup luar biasa ada sekira USD222 per troy ons,” kata analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi.
Karena itu, logam mulia diprakirakan akan ditransaksikan pada kisaran Rp2,43 juta-Rp2,68 juta per gram. Fluktuasinya juga cukup tajam antara Rp420 ribu hingga Rp680 ribu.
“Jadi harus berhati-hati bagi masyarakat yang wait and see," ujarnya. "Kalau ingin membeli logam mulia, harus melihat saat yang tepat untuk melakukan pembelian."
Ibrahim juga memprakirakan indeks dolar AS masih akan menguat pada pekan depan. Tepatnya akan berada pada level 100,40-100,90, bahkan dapat mencapai level tertinggi ke level 102.
Harga minyak dunia diprakirakan masih akan tinggi pekan depan, karena situasi geopolitik yang masih memanas di Timur Tengah. “Harga minyak WTI akan bergerak di level USD80-USD100 per barel, dan Brent kemungkinan di atas USD100 per barel,” ucapnya.
Sejumlah faktor akan mempengaruhi pergerakan harga emas dan minyak dunia serta indeks dolar AS pekan depan. D antaranya konflik geopolitik, pemilu di AS, kebijakan bank sentral AS, dan permintaan emas.
Presiden AS, Donald Trump, menyebut perang di Timur Tengah kemungkinan besar baru akan berakhir pada November 2026. Saat itu merupakan pelaksanaan pemilu sela di negaranya.
Di Timur Tengah, kelompok Houthi di Yaman harus menghadapi Arab Saudi, Turki dan Pakistan. Di samping mereka harus menghadapi militer pemerintahan Yaman.
AS juga tengah memberlakukan larangan ekspor solar yang membuat harganya kembali turun. Presiden Trump berupaya mengambil hari rakyatnya dengan mengangkat isu kenaikan harga barang pokok, bensin, dan solar.
Dari sisi ekonomi, Ketua the Fed Kevin Warsh telah bertemu Presiden Trump untuk membahas kebijakan suku bunga. Trump minta Warsh mempertahankan tingkat suku bunga, sedangkan sejumlah pejabat The Fed menginginkan suku bunga naik.
Sementara itu, bank-bank sentral melakukan pembelian emas karena harganya yang sedang turun. Menguatnya mata uang dolar AS membuat bank-bank sentral beralih kepada emas sebagai alternatif investasi yang aman.
“Ini karena permasalahan gaya politik ke depan tidak jelas arahnya," kata Ibrahim. "Sehingga ini menjadi kesempatan bagi bank-bank sentral dunia untuk menambah cadangan emasnya."
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....