Apresiasi Kinerja Amran, Ketum APROPI Soroti Ketahanan Pangan dan Harga Gabah

  • 16 Sep 2026 00:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID , Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Produsen Pestisida Indonesia (APROPI) Yanurius Nunuhitu mengapresiasi kinerja Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Ia menilai Amran menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong ketahanan pangan nasional.

Apresiasi tersebut disampaikan Yanurius saat membuka AgrochemBIZ Show Indonesia 2026 di Jakarta. Kegiatan tersebut berlangsung 15-16 September 2026 dan mempertemukan pelaku industri pestisida serta agrochemical.

Yanurius menyampaikan ucapan selamat kepada Amran atas penghargaan sebagai anggota kabinet berkinerja terbaik. Menurutnya, penghargaan tersebut layak diberikan karena Amran dinilai bekerja dengan komitmen dan totalitas.

"Kami ucapkan selamat. Menurut hemat kami, Pak Amran ini pantas untuk mendapatkan itu,” kata Yanurius dalam sambutan pembukaan kegiatan AgrochemBIZ Show Indonesia 2026.

Menurut Yanurius, ketahanan pangan merupakan cita-cita yang terus diperjuangkan pemerintah dari masa ke masa. Ia menilai pemerintahan saat ini menunjukkan komitmen kuat untuk mewujudkan target tersebut.

Yanurius menyoroti kebijakan menjaga harga hasil panen agar tetap memberikan keuntungan bagi petani. Menurutnya, kepastian harga dapat menjaga semangat petani untuk terus melakukan kegiatan tanam.

Ia juga menilai penyerapan gabah oleh Bulog menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian. Penyerapan tersebut dinilai memberikan kepastian pasar bagi petani setelah masa panen.

“Strategi yang dipakai adalah menjamin harga panen sehingga petani bersemangat melakukan cocok tanam,” ujar Yanurius. Ia juga menyoroti pengawasan terhadap penyerapan hasil panen oleh Bulog.

Selain harga dan penyerapan hasil panen, Yanurius menyoroti ketersediaan sarana produksi pertanian. Menurutnya, bibit, benih, pestisida, dan pupuk perlu tersedia dengan mudah serta harga terjangkau.

Yanurius juga menilai sikap pemerintah terkait impor beras turut memberikan kepastian bagi petani. Ia menyebut kebijakan tersebut dapat menjaga insentif petani untuk tetap meningkatkan produksi.

“Pak Amran ini begitu kuat mempertahankan agar impor beras tidak dilakukan walaupun harga beras dalam negeri lebih tinggi,” ujarnya. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku usaha pertanian.

Yanurius mengatakan kepastian kebijakan pemerintah juga dirasakan oleh pelaku usaha sektor pertanian. Industri pupuk, pestisida, benih, serta alat dan mesin pertanian dinilai memperoleh gambaran mengenai arah bisnis.

Menurutnya, peningkatan pendapatan petani dapat menciptakan efek berantai terhadap perekonomian. Ketika pendapatan meningkat, kebutuhan terhadap pupuk, pestisida, dan benih juga berpotensi meningkat.

Yanurius mengatakan kondisi tersebut menunjukkan keterkaitan antara kebijakan pangan dengan keberlanjutan industri pertanian. Karena itu, APROPI menyatakan akan terus mendukung penguatan sektor pertanian nasional.

Di sisi lain, APROPI mendorong penyediaan pestisida yang berkualitas, efektif, efisien, serta aman. Hal tersebut menjadi salah satu fokus AgrochemBIZ Show Indonesia 2026.

Kegiatan tersebut mempertemukan produsen pestisida dalam negeri dengan pelaku industri dari India, China, dan Eropa. Pertemuan tersebut diarahkan untuk memperkuat akses terhadap produk pestisida yang mendukung aktivitas pertanian Indonesia.

"Tujuan acara ini menghadirkan pestisida berkualitas, efektif dan efisien, aman bagi manusia serta lingkungan hidup,” kata Yanurius. Ia menilai ketersediaan sarana produksi menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan.

Yanurius berharap pemerintah terus memperhatikan kesejahteraan petani melalui kebijakan yang memberikan kepastian harga. Ia juga mendorong pengendalian impor agar produksi pangan nasional tetap memiliki ruang untuk berkembang.

“Kami berharap pemerintah terus memperhatikan nasib petani agar ekonominya menjadi lebih baik,” ujarnya. Menurutnya, ketahanan pangan perlu menjadi perhatian bersama pemerintah dan seluruh pelaku sektor pertanian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....