Optimalisasi Kawasan Strategis Batam Dinilai Kunci Penguatan Investasi

  • 07 Jul 2026 17:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Puteri Komarudin dari Banggar DPR mendorong optimalisasi kawasan strategis Batam sebagai Free Trade Zone untuk meningkatkan realisasi investasi nasional yang terus meningkat.
  • Berbagai kawasan strategis seperti KEK Nongsa, KEK Batam Aero Technic, dan KEK Pariwisata Kesehatan Internasional diharapkan menjadi motor pengembangan industri pengolahan, konstruksi, perdagangan, dan logistik.
  • Puteri mendukung pengembangan hub ekonomi digital regional melalui proyek Data Centre oleh BP Batam dengan skema alih teknologi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

RRI.CO.ID, Batam - Anggota Badan Anggaran DPR RI Puteri Komarudin mendorong optimalisasi kawasan strategis Kota Batam guna memacu pertumbuhan investasi nasional. Menurutnya, realisasi investasi triwulan I 2026 didukung kepercayaan investor terhadap Batam berstatus Free Trade Zone sehingga terus meningkat.

Puteri mengatakan berbagai kawasan strategis di Batam diharapkan menjadi motor pengembangan industri pengolahan, konstruksi, perdagangan, dan logistik. Optimalisasi kawasan tersebut dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan investasi di Batam.

"Realisasi ini tentu tidak terlepas dari kepercayaan investor terhadap kawasan Batam yang berstatus Free Trade Zone (FTZ). Berbagai kawasan strategis seperti KEK Nongsa, KEK Batam Aero Technic, hingga KEK Pariwisata Kesehatan Internasional diharapkan menggerakkan industri," ujar Puteri dalam keterangan yang dikutip RRI, Selasa, 7 Juli 2026.

Puteri mendukung langkah Badan Pengusahaan (BP) Batam mengembangkan hub ekonomi digital regional melalui proyek Pusat Data (Data Centre). Menurutnya, peluang tersebut perlu dikawal agar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama melalui skema alih teknologi.

"Tentu ini merupakan peluang strategis yang perlu kita kawal bersama. Sehingga, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, terutama berkaitan dengan skema alih teknologi (transfer technology)," kata Puteri.

Puteri juga meminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Direktorat Jenderal Pajak mengevaluasi efektivitas insentif fiskal di Batam. Menurutnya, evaluasi tersebut penting memastikan fasilitas fiskal memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat sekaligus mendorong investasi produktif berkelanjutan nasional.

"Ini menjadi penting, supaya kita bisa selalu memastikan fasilitas fiskal yang diberikan sebanding dengan manfaatnya bagi perekonomian masyarakat. Supaya kita dapat mengukur sejauh mana efektivitasnya dalam mendorong investasi dan dampaknya pada penciptaan lapangan kerja," ucap Puteri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....