Analis Perkirakan Rupiah, Harga Minyak dan Emas Masih akan Tertekan Pekan Depan
- 30 Agt 2026 20:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kondisi global yang masih tidak menentu akan mempengaruhi nilai tukar rupiah, harga minyak dan harga emas sepekan ke depan
- Harga logam mulia kemunginan akan mengalami kenaikan pekan depan, karena kenaikan harga emas dunia
- Kondisi pasar masih akan bergejolak di pekan depan. Dipicu pernyataan Ketua the Fed, Kevin Warsh di Simposium Ekonomi Jackson Hole
RRI.CO.ID, Jakarta - Kondisi global yang masih tidak menentu akan mempengaruhi nilai tukar rupiah, harga minyak dan harga emas sepekan ke depan. Faktor utamanya adalah kondisi geopolitik, suku bunga di AS dan permintaan emas dunia yang tinggi.
"Harga logam mulia kemunginan akan mengalami kenaikan pekan depan, karena kenaikan harga emas dunia. Selain itu, nilai tukar rupiah juga diprakirakan akan kembali melemah ke level Rp17.900 per dolar AS," kata Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi dalam analisis mingguannya, Minggu, 30 April 2026.
Menurutnya, permintaan akan emas akan meningkat sepekan ke depan. Karena bank-bank sentral juga melakukan pembelian emas sebagai aset yang aman.
Ibrahim mengatakan, kondisi pasar masih akan bergejolak di pekan depan. Dipicu pernyataan Ketua the Fed, Kevin Warsh di Simposium Ekonomi Jackson Hole akhir pekan kemarin terkait inflasi.
"Warsh mengatakan inflasi masih tinggi, dan ia tidak akan menoleransi inflasi yang tinggi," ujar Ibrahim. Ketua the Fed mengisyaratkan kenaikan suku bunga untuk meredam gejolak harga, jika inflasi tidak mencapai 2 persen.
Di sisi lain, AS telah menguasai sepenuhnya hasil minyak Venezuela, sehingga kemungkinan akan terjadi kelebihan pasokan minyak. Venezuela, kata Ibrahim, kemungkinan juga akan keluar dari OPEC karena minyaknya sudah dikuasai dan dikendalikan AS.
Tidak puas merampas minyak Venezuela, AS masih berupaya untuk menguasai jalur perdagangan energi, Selat Hormuz. Meski upaya itu selalu gagal karena kegigihan Iran mempertahankan Selat yang sebagian berada di wilayah negaranya.
Ibrahim memprakirakan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) akan bergerak di kisaran USD76,30-USD98 per barel sepekan mendatang. Sementara itu, prospek suku bunga AS yang masih tinggi kemungkinan membuat indeks dolar AS menguat ke kisaran 98,90-100,80.
"Sehingga nilai tukar rupiah sepekan ke depan masih akan berfluktuasi, dengan kecenderungan melemah," ucap Ibrahim. Pelemahan rupiah akan berdampak pada harga logam mulai di pasar domestik.
Harga logam mulia diprakirakan akan berada di level support Rp2,6 juta per gram, dan level resistansi Rp2,81 juta per gram. Emas dunia diprakirakan ditransaksikan di level support USD4.262 per troi ons, level resistansi di USD4.682 per troi ons.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....