Pemerintah Targetkan Investasi 2027 Capai Rp2.322 Triliun

  • 15 Agt 2026 06:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah menargetkan investasi 2027 mencapai Rp2.322 triliun, meningkat dari target 2026 sebesar Rp2.041 triliun.
  • Investasi berkontribusi sekitar 39 persen terhadap pertumbuhan ekonomi triwulan II 2026 yang mencapai 5,29 persen secara tahunan.
  • Investasi diarahkan menciptakan lapangan kerja berkualitas, dengan realisasi semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun dan menyerap 1,45 juta tenaga kerja langsung.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menargetkan realisasi investasi nasional pada 2027 mencapai Rp2.322 triliun. Target tersebut meningkat dari sasaran investasi 2026 sebesar Rp2.041 triliun dan diharapkan memperkuat pertumbuhan ekonomi serta membuka lapangan kerja.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengatakan investasi menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Pada triwulan II 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan dengan kontribusi investasi sekitar 39 persen.

"Pertumbuhan ekonomi triwulan II 2026 itu sebesar 5,29 persen. Investasi menyumbang kurang lebih 39 persen dari total pertumbuhan triwulan II 2026," ujar Rosan dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Gedung DJP, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Rosan menjelaskan kontribusi investasi tersebut berada di atas kisaran normal yang umumnya berkisar 28 hingga 29 persen. Kondisi tersebut menunjukkan peran investasi yang semakin penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Target investasi 2027 menjadi bagian dari sasaran investasi nasional sekitar Rp13.032 triliun sepanjang periode 2025-2029. Target lima tahunan tersebut meningkat sekitar 143 persen dibandingkan realisasi investasi dalam kurun waktu 10 tahun sebelumnya.

Sementara itu, realisasi investasi pada semester I 2026 telah mencapai sekitar Rp1.010,6 triliun. Capaian tersebut tumbuh 7,2 persen dan menyerap sekitar 1,45 juta tenaga kerja langsung atau meningkat 15 persen.

Jumlah tenaga kerja tersebut belum mencakup kesempatan kerja tidak langsung maupun aktivitas pendukung yang muncul dari berbagai kegiatan investasi. Pemerintah menilai dampak investasi terhadap perekonomian tidak hanya tercermin dari nilai realisasinya.

Rosan menegaskan peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar capaian angka. Menurutnya, investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja yang berkualitas.

"Setiap rupiah investasi harus menciptakan lapangan pekerjaan yang baik dan berkualitas. Sekaligus juga memperbaiki kualitas hidup masyarakat kita," ucap Rosan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....