Rosan Lapor Presiden Prabowo, Kepercayaan Investor Masih Tinggi

  • 17 Jul 2026 07:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Realisasi investasi semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun atau 49,5 persen dari target investasi nasional sebesar Rp2.041,3 triliun, sesuai dengan target Bappenas.
  • Komitmen investor dari negara-negara utama seperti China, Jepang, dan Korea masih sangat kuat meskipun menghadapi tantangan geopolitik dan geografis global.
  • Investasi yang terealisasi pada semester I 2026 mampu menyerap 1.448.862 tenaga kerja, meningkat sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Rosan Roeslani memberi laporan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait realisasi investasi. Menteri Rosan mengatakan komitmen investor untuk berinvestasi di Indonesia masih bagus ditengah geopolitik global.

"Di tengah masih tantangan geopolitik maupun geografi dunia, alhamdulillah. Bisa saya sampaikan di sini komitmen dari para investor untuk berinvestasi langsung di Indonesia atau foreign direct investment ini masih in line," kata Menteri Rosan kepada wartawan di kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.

Menteri Rosan mengatakan realisasi investasi baik semester I maupun II tahun 2026, masih sesuai dengan target dari Badan Perencanaan Pembangunan (Bappenas). Realisasi investasi semester I tahun 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun atau 49,5 persen dari target investasi nasional sebesar Rp2.041,3 triliun.

Adapun realisasi investasi pada triwulan II tahun 2026 mencapai Rp511,8 triliun. Atau tumbuh 7,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan setara dengan 25,1 persen dari total target investasi nasional tahun 2026.

"Kalau kita lihat long term commitment-nya ini, terutama memang dari Tiongkok, Jepang. Sebenarnya negara-negara lainnya itu seperti Korea juga itu masih sangat kuat,” ujar Rosan.

Rosan menyebut masih tingginya kepercayaan investor karena pemerintah aktuf berkomunikasi dengan investor. Selain itu, investor melihat bahwa investasi di Indonesia terus berkembang dengan baik dan memberikan imbal hasil positif.

"Mereka tahu untuk berinvestasi pasti ada risiko tetapi selama risiko itu adalah risiko yang mereka bilang itu terukur atau calculated risk, mereka bisa build in pada saat mereka investasi. Risiko itu mereka masukkan, oh kemudian yieldnya atau keuntungan investasi yang mereka harapkan itu berapa besar. Itu dulu," ujarnya.

Menteri Rosan mengatakan pemerintah berupaya keras dalam menjaga dan meningkatkan iklim investasi melalui kebijakan yang memberikan kepastian bagi dunia usaha. Upaya keras dari pemerintah mendapatkan respon yang bagus dari investor.

“Kita juga selalu menjaga dan meningkatkan iklim, terutama iklim investasi dengan kebijakan-kebijakan yang makin baik. Ini juga direspons positif oleh para investor, terutama juga dengan adanya peraturan pemerintah yang lebih memberikan kepastian," katanya.

Rosan mengatakan pemerintah memangkas perizinaan dengan birokrasi yang panjang. Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika mengajak kementerian/lembaga untuk membuang ego sektoral.

"Kita buang ego sektoral, ita bicara, duduk dengan semua kementerian kemampuan badan dan instansi lainnya. Bagaimana kita sama-sama meningkatkan investasi iklim industri supaya menjadi lebih baik," kata Menteri Rosan.

Investasi yang tumbuh positif berdampak kepada penciptaan lapangan kerja baru. Rosan menyebut sepanjang semester I 2026, investasi yang terealisasi mampu menyerap sebanyak 1.448.862 tenaga kerja atau meningkat sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....