Syngenta Perkuat Karawang sebagai Lumbung Padi Nasional

  • 12 Jun 2026 07:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Langkah tersebut dilakukan untuk membantu petani menjaga produktivitas dan kualitas panen di tengah berbagai tantangan
  • Melalui peluncuran di Karawang, Syngenta menegaskan komitmennya mendukung ketahanan pangan nasional melalui inovasi perlindungan tanaman
  • Setelah Karawang, MIRAVIS Duo® direncanakan diperkenalkan di berbagai sentra produksi padi lainnya di Indonesia

RRI.CO.ID, Jakarta - Syngenta Indonesia memperkuat peran Karawang sebagai salah satu lumbung padi nasional melalui peluncuran MIRAVIS Duo® untuk tanaman padi. Produk fungisida berbasis teknologi ADEPIDYN™ tersebut diperkenalkan di Learning Development Center (LDC) Karawang, Jawa Barat, pada 9 Juni 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu petani menjaga produktivitas dan kualitas panen di tengah berbagai tantangan. Karawang sebagai sentra produksi padi nasional menghadapi tekanan dari alih fungsi lahan, perubahan iklim, dan serangan organisme pengganggu tanaman.

Karawang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil padi terbesar di Indonesia. Pada 2025, produksi padi daerah tersebut mencapai 1.194.711 ton Gabah Kering Giling (GKG) dan menjadi yang terbesar kedua di Jawa Barat setelah Indramayu.

Produktivitas rata-rata padi di Karawang berada pada kisaran 5,9 hingga 6 ton per hektare. Namun sejumlah wilayah dengan dukungan irigasi teknis dan varietas unggul mampu menghasilkan hingga 7 sampai 8 ton per hektare.

Presiden Direktur Syngenta Indonesia Eryanto mengatakan perusahaan berkomitmen menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan petani di lapangan. Menurutnya, Karawang memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional sehingga perlu didukung dengan teknologi yang tepat.

“Karawang adalah simbol ketahanan pangan nasional, dan melalui peluncuran MIRAVIS Duo® kami ingin mendukung petani menjaga produktivitas. Sekaligus, kualitas panen di tengah tantangan iklim dan alih fungsi lahan,” ujar Eryanto dalam keterangan pers tertulis, Jumat, 12 Juni 2026.

Ia menambahkan peluncuran produk tersebut menjadi bagian dari visi Petani MAJU yang diusung Syngenta. Visi tersebut menitikberatkan pada peningkatan hasil panen, percepatan adopsi teknologi, dan penguatan kolaborasi pertanian berkelanjutan.

MIRAVIS Duo® diklaim mampu memberikan perlindungan yang konsisten terhadap penyakit tanaman padi. Teknologi ADEPIDYN™ yang terkandung di dalamnya juga membantu menjaga kondisi tanaman tetap sehat pada berbagai kondisi cuaca.

Produk tersebut memiliki kemampuan diserap tanaman secara cepat dan merata dalam waktu enam jam. Perlindungan yang diberikan dapat bertahan hingga 14 hari setelah aplikasi, termasuk saat cuaca tidak menentu.

Selain membantu menghasilkan gabah sehat berkilau, MIRAVIS Duo® juga menjaga daun bendera tetap hijau dan bersih. Kondisi tersebut mendukung proses fotosintesis sehingga tanaman dapat tumbuh lebih optimal dan produktif.

Pemerintah Kabupaten Karawang menyambut baik peluncuran inovasi tersebut. Kehadiran teknologi perlindungan tanaman dinilai dapat mendukung upaya menjaga kualitas dan kuantitas produksi padi daerah.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang Rohman mengatakan, Karawang memiliki sekitar 99 ribu hektare lahan pertanian. Dari jumlah tersebut, sekitar 86 ribu hektare telah masuk kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

“Kehadiran MIRAVIS Duo® akan membantu memperkuat kualitas sekaligus kuantitas produksi padi Karawang. Apalagi saat ini kondisi padi di Karawang sedang bagus, baik dari sisi harga maupun produksi,” katanya.

Peluncuran produk dihadiri sekitar 650 petani dari berbagai kecamatan di Karawang. Mereka berkesempatan melihat langsung hasil penggunaan MIRAVIS Duo® melalui lahan percontohan yang disiapkan Syngenta.

Sejumlah petani juga membagikan pengalaman setelah menggunakan produk tersebut pada musim tanam sebelumnya. Mereka mengaku melihat perbaikan kondisi tanaman dan peningkatan hasil panen dibandingkan periode sebelumnya.

Petani asal Karawang, Haji Lukman, mengatakan kondisi tanaman padinya sempat kurang optimal sebelum menggunakan MIRAVIS Duo®. Setelah diaplikasikan pada usia sekitar 50 hari setelah tanam, kualitas gabah dan kondisi daun mengalami perbaikan.

“Hasilnya gabah sehat berkilau. Selain itu, daun bendera lebih hijau dan bersih, dan produksi meningkat,” ujar Haji Lukman.

Melalui peluncuran di Karawang, Syngenta menegaskan komitmennya mendukung ketahanan pangan nasional melalui inovasi perlindungan tanaman. Setelah Karawang, MIRAVIS Duo® direncanakan diperkenalkan di berbagai sentra produksi padi lainnya di Indonesia untuk mendukung upaya swasembada beras.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....