Wakil Ketua Komisi VII DPR Dukung Tambahan Anggaran Kemenperin Rp1,59 Triliun

  • 10 Jun 2026 16:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mendukung usulan tambahan anggaran Kemenperin sebesar Rp1,59 triliun.
  • Tambahan anggaran dinilai penting untuk memperkuat program prioritas pembangunan industri nasional.
  • Evita meminta tambahan anggaran tersebut diperjuangkan bersama pemerintah dan DPR.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mendukung usulan tambahan anggaran Kementerian Perindustrian tahun 2027. Nilai usulan tambahan anggaran yang didukung tersebut mencapai Rp1,59 triliun untuk memperkuat program prioritas.

Menurutnya, tambahan anggaran tersebut perlu diperjuangkan karena mendukung penguatan industri kecil dan menengah nasional. Tambahan anggaran juga mendukung pembangunan SDM industri serta penguatan standardisasi industri di berbagai sektor.

“Oleh karena itu, saya rasa tambahan anggaran ini harus kita perjuangkan bersama, Pak Menteri. Karena kemarin juga saya sebutkan bahwa sektor penguatan IKM ini memiliki peranan yang sangat penting,” ujar Evita dalam Rapat Kerja dengan Menteri Perindustrian di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.

Evita mengatakan pembangunan SDM industri menjadi salah satu kebutuhan yang perlu mendapat perhatian. Berdasarkan hasil kunjungan kerja ke politeknik dan perusahaan, kebutuhan tenaga kerja industri dinilai masih cukup besar.

Menurutnya, kebutuhan tersebut akan semakin meningkat seiring modernisasi industri dan perkembangan teknologi yang terus berlangsung. Karena itu, tambahan anggaran untuk penguatan SDM industri dinilai sebagai kebutuhan yang penting.

“Saya sepakat kalau ini, Pak Menteri. Karena ketika kita turun-turun, kunker spesifik ke politeknik, ke perusahaan-perusahaan, ya memang kita itu masih kekurangan SDM untuk industri ini,” kata Evita

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,59 triliun untuk tahun 2027. Tambahan anggaran tersebut diusulkan untuk memperkuat pelaksanaan berbagai program prioritas pembangunan industri nasional.

“Dan oleh sebab itu, kami di Kemenperin mengusulkan kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp1,59 triliun. Sekali lagi untuk peningkatan produktivitas, daya saing, dan percepatan program hilirisasi industri,” ujar Agus.

Agus menjelaskan tambahan anggaran tersebut akan diarahkan untuk mendukung sejumlah program prioritas. Di antaranya program restrukturisasi mesin dan peralatan industri yang diusulkan mendapat tambahan anggaran sebesar Rp202 miliar.

Kemenperin juga mengusulkan anggaran pengadaan alat uji pendukung penerapan SNI dan hilirisasi industri nasional. Nilai usulan anggaran untuk program tersebut mencapai Rp162,55 miliar pada tahun anggaran 2027.

“Antara lain, yang pertama program restrukturisasi mesin peralatan industri. Ini sesuai dengan apa yang menjadi perhatian dari banyak anggota Komisi VII kemarin,” kata Agus.

Agus mengatakan tambahan anggaran juga akan digunakan untuk memperkuat industri kecil dan menengah. Program tersebut meliputi fasilitasi pengembangan produk, standar produk, dan akses pasar bagi IKM sebesar Rp136,62 miliar.

Kemenperin juga mengusulkan anggaran untuk program restart industri kecil dalam rangka penanganan pascabencana sebesar Rp120,51 miliar. Selain itu, program penumbuhan wirausaha baru industri kecil dan menengah diusulkan mendapat tambahan anggaran sebesar Rp78 miliar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....