Pameran Swarna Wastra Nusantara Pacu Tren Fesyen Berkelanjutan

  • 09 Jun 2026 23:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pameran Swarna Wastra Nusantara (SWN) 2026 menjadi upaya memperkuat promosi wastra dan kriya Nusantara.
  • Dekranas menilai wastra Indonesia selaras dengan tren fesyen berkelanjutan yang berkembang di dunia.
  • Wakil Ketua Harian I Dekranas Loemongga Kartasasmita mengatakan wastra Nusantara memiliki keunikan, kualitas, dan nilai budaya yang tinggi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pameran Swarna Wastra Nusantara 2026 menjadi upaya memperkuat promosi wastra dan kriya Nusantara. Wakil Ketua Harian I Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Loemongga Kartasasmita menilai wastra Indonesia selaras dengan tren fesyen berkelanjutan yang berkembang global.

“Di tengah meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk yang berkelanjutan, wastra Nusantara menawarkan keunikan, kualitas, serta nilai budaya yang tidak dapat tergantikan. Selain itu, industri kriya Indonesia juga memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian nasional dan semakin mendapat apresiasi di pasar global,” kata Loemongga pada pembukaan Pameran Swarna Wastra Nusantara (SWN) 2026 di Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.

Loemongga mengatakan sebagian besar produk wastra Indonesia masih diproduksi menggunakan teknik tradisional. Produk tersebut juga memanfaatkan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan.

Menurutnya, meski proses pembuatannya membutuhkan waktu relatif panjang, wastra Indonesia memiliki kualitas tinggi. Produk tersebut juga memiliki daya tahan kuat dan nilai budaya yang dapat diwariskan lintas generasi.

“Keunggulan tersebut menjadikan wastra Indonesia memiliki daya tarik tersendiri di pasar nasional maupun internasional. Karena itu, kita perlu terus mengangkat dan mempromosikan budaya wastra sebagai bagian dari tren fesyen berkelanjutan dunia,” ujarnya.

Selain wastra, sektor kriya juga menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, nilai ekspor industri kerajinan pada Triwulan I 2026 mencapai USD165,27 juta.

Nilai tersebut meningkat 4,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Loemongga menilai capaian tersebut menunjukkan produk kriya Indonesia semakin diterima di pasar global.

Sebagai upaya memperkuat daya saing IKM berbasis budaya, Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan Dekranas menyelenggarakan Pameran SWN 2026. Pameran tersebut mengusung tema ‘Tenun dan Produk Kriya Lintas Zaman’.

“Tema Tenun dan Produk Kriya Lintas Zaman menjadi wujud nyata kolaborasi antara tradisi dan inovasi dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya Nusantara. Agar terus berkembang dan relevan bagi generasi mendatang,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengatakan SWN 2026 menampilkan produk unggulan dari 45 IKM. Produk yang dipamerkan meliputi tenun, songket, batik, aksesori, serta berbagai produk kriya lainnya.

Menurut Reni, peserta pameran berasal dari berbagai daerah dan merupakan binaan kementerian, lembaga, BUMN, Dekranas, Dekranasda, serta pemerintah daerah. Kegiatan tersebut dikemas secara modern dan inklusif untuk memperluas promosi produk.

“Melalui kegiatan ini, para perajin dan pelaku IKM memperoleh ruang untuk menampilkan karya terbaiknya. Memperluas jejaring usaha, serta memperkenalkan nilai budaya yang terkandung dalam setiap produk yang dihasilkan,” ujar Reni.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....