Komisi VII DPR RI Dorong Kemenperin Hadirkan Inovasi Hadapi Isu Geopolitik Global
- 08 Jun 2026 12:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta Kementerian Perindustrian menghadirkan inovasi baru menghadapi tantangan geopolitik global.
- Menurut Saleh, dinamika politik dan ekonomi global dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat.
- Saleh berharap Kemenperin memiliki langkah strategis untuk menghadapi dampak ketidakpastian global.
RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi VII DPR RI mendorong Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menghadirkan inovasi baru dalam menghadapi situasi geopolitik global saat ini. Ketua Komisi VII DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan, kondisi global dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat.
Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan sektor industri nasional. Karena itu, Kemenperin diharapkan memiliki langkah yang tepat menghadapi tantangan tersebut.
“Untuk bagaimana jangan sampai dengan situasi politik global seperti sekarang, menyebabkan orang yang punya uang malah justru ambil uangnya. Beli dolar yang menyebabkan dolarnya jadi langka,” ujar Saleh dalam Rapat Kerja dengan Menteri Perindustrian di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.
Saleh mengatakan, Menteri Perindustrian perlu menjelaskan potret dan arah pengembangan sektor industri nasional ke depan. Penjelasan tersebut diperlukan agar DPR memahami langkah yang akan diambil pemerintah.
Menurutnya, kemajuan sektor industri menjadi salah satu penanda kekuatan sebuah negara. Karena itu, Indonesia perlu terus memperkuat basis ekonominya melalui pengembangan industri.
“Bagaimana pengembangan dan potret serta roadmap daripada langkah-langkah yang akan diambil oleh Kementerian Perindustrian ke depan. Karena bagaimanapun juga sebuah bangsa yang besar adalah bangsa yang industri-nya maju,” kata Saleh.
Selain membahas roadmap industri, Saleh juga menyoroti komposisi anggaran Kementerian Perindustrian. Ia mengatakan Komisi VII DPR RI ingin melihat kembali perkembangan anggaran yang telah dibahas sebelumnya.
Menurut Saleh, anggaran yang pernah dibahas pada periode sebelumnya tidak mengalami kenaikan. Bahkan, pada tahun berikutnya anggaran tersebut justru mengalami penurunan.
“Kami itu hanya ingin melihat bagaimana komposisi anggaran yang sebetulnya kita sudah lalui dua-dua kali ini sebetulnya. Nah sekarang pada tahun lalu kan sudah ada, ternyata yang dulu, yang awal itu saya ingat anggarannya sekian, begitu tahun berikutnya tidak bisa nambah, malah turun,” ucap Saleh.
Saleh menjelaskan Komisi VII DPR RI ingin mendalami persoalan tersebut melalui pembahasan yang lebih rinci. DPR juga ingin melihat proporsi anggaran yang paling tepat untuk setiap direktorat jenderal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....