IPF Tekankan Pentingnya Kolaborasi untuk Perkuat Industri Kemasan Indonesia

  • 03 Jun 2026 13:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • International Industrial Week menjadi wadah mempertemukan investor dan mitra strategis bagi industri nasional
  • IPF menilai kolaborasi dan berbagi sumber daya penting untuk meningkatkan daya saing industri kemasan
  • IPF berperan menjembatani industri hulu, hilir, converter, dan pemilik merek guna memperkuat kerja sama

RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Promosi dan Kemitraan Indonesian Packaging Federation (IPF) Hari Noegroho menyebut International Industrial Week mempertemukan investor dan mitra strategis. Menurutnya, pameran tersebut membuka peluang penguatan kerja sama industri dengan berbagai mitra internasional.

Hari mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana mempelajari pengembangan industri yang menghasilkan nilai tambah lebih besar. Ia menilai pengalaman dari berbagai pelaku industri dapat menjadi referensi bagi Indonesia.

“Kita bisa belajar dari mereka bagaimana bisa mencapai satu tahapan industri yang bisa memberikan added value yang lebih besar tentunya. Dan ini sangat penting untuk industri kita supaya kita bisa lebih berdaya,” ujarnya di pembukaan International Industrial Week di JIEXPO Kemayoran, Rabu, 3 Juni 2026.

Menurutnya, upaya tersebut penting untuk meningkatkan daya saing dan memperkuat kapasitas industri nasional. Ia menegaskan langkah itu diperlukan agar industri Indonesia menjadi lebih berdaya menghadapi persaingan global.

Dalam pameran tersebut, IPF berperan menjembatani industri hulu, industri hilir, converter, dan pemilik merek. Menurutnya, kolaborasi diperlukan agar seluruh pelaku industri membangun kerja sama yang lebih baik.

“Peran IPF disana kita membridging (menjembatani). Membridging dari industri hulu, industri hilir, converter, brand owner, supaya mereka bisa unite, bisa mempunyai kerjasama yang baik,” ucap Hari.

Ia menegaskan perkembangan industri hanya dapat dicapai melalui berbagi nilai dan sumber daya. Hari menyebut pelaku usaha membutuhkan mitra strategis karena persaingan industri semakin masif.

“Gak ada kompetisi saat ini yang kita bisa jalan sendiri. Karena begitu masifnya kompetisi disana sehingga kita perlu mitra-mitra strategis,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....