Pertamina dan ERIA Perkuat Kemitraan Strategis di Bidang Transisi Energi

  • 24 Mei 2026 07:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pertamina dan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan fokus Pengembangan Jalur Transisi Energi Berkelanjutan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pertamina dan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) resmi menjalin kolaborasi strategis. Kolaborasi dimaksud dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) "Research Collaboration and Joint Study on the Development of Sustainable Energy Transition Pathways".

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha (SPPU) Pertamina Emma Sri Martini dengan Chief Operating Officer (COO) ERIA Dr. Takayuki Yamanaka. Penandatangan MoU ini menjadi salah satu kegiatan dalam rangkaian acara IPA Convex 2026.

Emma menyampaikan, Pertamina berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam mendukung kemandirian energi nasional, serta mendukung transisi energi. Karenanya, Pertamina terus mengembangkan kapabilitas dan kemampuan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk di dalamnya lembaga-lembaga pemikir.

"Kemandirian energi dan transisi energi merupakan dua strategi yang dijalankan oleh Pertamina secara bersamaan. Kedua hal ini memperkuat satu dengan yang lainnya. Ini juga merupakan implementasi Dual Growth Strategy Pertamina," jelas Emma.

Emma menjelaskan, Pertamina saat ini menjalankan dua pilar utama strategi bisnis. Dua pilar itu, ialah mengoptimalkan bisnis eksisting berbasis energi fosil serta mempercepat pengembangan bisnis rendah karbon.

MoU mencakup dua pilar utama kerja sama, yakni analisis kebijakan dan ekonomi di sektor energi. Lalu, pengembangan kapasitas (capacity building) dan pertukaran pengetahuan (knowledge exchange).

Implementasi nota kesepahaman akan dilaksanakan oleh Pertamina Energy Institute (PEI) sebagai lembaga pemikir (think tank) strategis di Pertamina. “Melalui kemitraan dengan ERIA, Pertamina akan memperoleh dukungan berupa kajian kebijakan berbasis riset,” ujar Emma.

“Lalu, analisis ekonomi energi yang komprehensif, serta penguatan kapasitas institusional yang selaras dengan pengembangan portofolio bisnis dan strategi jangka panjang Perusahaan."

Emma juga menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi strategis Pertamina. Khususnya, di kawasan regional di tengah dinamika transisi energi global yang terus berkembang.

"Dengan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk di dalamnya lembaga pemikir level internasional akan meningkatkan kapasitas para pihak," ujarnya.. Pada sesi yang sama, Pertamina Grup juga melakukan penandatangan beberapa kerja sama.

JSA CCS Amonia antara PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT Pupuk Indonesia. HoA CCS Asri Basin antara PHE dan Exxon serta MOU CCS di Wilayah Kerja Pertamina antara PT Pertamina (Persero), PHE dan ERIA.

ERIA merupakan think tank internasional, berdiri sejak 2007. ERIA berfokus kajian pada dimensi ekonomi dan kebijakan di kawasan ASEAN dan Asia Timur.

Lembaga ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (Ministry of Economy, Trade and Industry/METI). Serta, diakui secara luas atas keunggulannya dalam analisis kebijakan energi di tingkat regional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....