Kemendag Fasilitasi UMKM Tembus Pasar 'Buyer Asing' Tujuh Negara

  • 19 Mei 2026 15:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemendag memfasilitasi UMKM bertemu buyer asing dari tujuh negara melalui forum business networking.
  • Tiga eksportir anggota InaExport mempromosikan produk kopi, cokelat, dan hortikultura kepada mitra internasional.
  • Platform InaExport digunakan untuk membantu UMKM memperluas akses pasar dan koneksi buyer global.

RRI.CO.ID, Jakarta - Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Fajarini Puntodewi menyatakan business networking (jaringan bisnis) Kemendag mempertemukan UMKM dengan buyer (pembeli) asing dari tujuh negara. Kegiatan tersebut menghadirkan tiga eksportir anggota InaExport bersama perwakilan kedutaan besar dan lembaga promosi perdagangan internasional.

“Business networking menghadirkan tiga UMKM dalam negeri serta perwakilan diplomatik dan lembaga promosi perdagangan internasional sebagai cara menjaring buyer asing. Upaya ini membuka peluang memperkenalkan produk berkualitas Indonesia serta mejajaki daya saing dan potensi pasarnya di luar negeri,” kata Puntodewi di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

Tiga pelaku usaha Indonesia mempresentasikan produk unggulan masing-masing dalam forum tersebut. Java Halu Coffee memperkenalkan kopi specialty yang diolah melalui proses pascapanen sesuai standar specialty coffee.

Onuka Chocolate mempromosikan produk cokelat berbahan kakao murni tanpa tambahan bahan buatan. Sementara PT Visio Eco Planter menampilkan wadah hortikultura yang dirancang menghadapi berbagai kondisi cuaca.

“Setiap eksportir mendapat kesempatan untuk memaparkan keunggulan produk. Sekaligus mengeksplorasi kemungkinan kerja sama dagang dan potensi pasar di negara-negara mitra,” ujar Puntodewi.

Perwakilan Java Halu Coffee, Rani Mayasari, mengapresiasi fasilitasi business networking dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Menurutnya, forum tersebut membantu pelaku usaha memperkenalkan produk ke pasar internasional secara lebih efisien.

Rani mengatakan riset pasar dan penetrasi bisnis ke berbagai negara membutuhkan biaya besar jika dilakukan secara mandiri. Ia menilai kegiatan business networking membuka peluang bagi UMKM untuk mendapatkan calon buyer baru.

“Fasilitasi ini sangat efektif dan efisien. Jika pelaku usaha harus penetrasi dan riset pasar secara mandiri ke berbagai negara, tentu akan membutuhkan biaya yang besar,” kata Rani.

Perwakilan Onuka Chocolate, Wiwi Paimun, menilai forum business networking membantu pelaku UMKM membuka akses pasar internasional. Ia berharap kegiatan promosi perdagangan seperti ini dapat dilaksanakan lebih rutin.

Wiwi mengusulkan kegiatan tersebut tidak hanya digelar bulanan, tetapi juga lebih sering pada masa mendatang. Menurutnya, forum tersebut dapat mendukung pengembangan ekspor UMKM Indonesia.

“Business networking ini sangat membantu kami, UMKM di Indonesia, yang ingin mengulik akses ke luar negeri. Saya berharap, kegiatan ini bisa lebih sering diadakan tidak hanya sebagai agenda bulanan, tetapi sebagai agenda mingguan,” ucap Wiwi.

Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional mengajak pelaku UMKM memanfaatkan layanan digital InaExport. Platform tersebut digunakan untuk menghubungkan eksportir Indonesia dengan pasar internasional dan perwakilan perdagangan di luar negeri.

Kemendag menyebut InaExport membantu pelaku usaha meningkatkan visibilitas produk dan memperluas koneksi dengan calon buyer dari berbagai negara. Platform tersebut dapat diakses secara gratis melalui internet.

“Platform InaExport merupakan salah satu instrumen utama kami dalam menghubungkan eksportir Indonesia dengan pasar internasional. Eksportir dapat meningkatkan visibilitas produk sekaligus terhubung dengan calon pembeli dari berbagai belahan dunia,” ujar Puntodewi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....