Menperin Dorong Industri Kerajinan Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

  • 14 Mei 2026 22:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemenperin mendukung penggunaan bahan baku lokal ramah lingkungan seperti bambu, rotan, dan kayu.
  • Pendampingan perajin bambu dilakukan untuk meningkatkan desain, kemasan, dan daya saing produk kerajinan.
  • Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mendorong penguatan industri kerajinan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan penguatan sektor kerajinan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Pemerintah juga mendorong pemanfaatan bahan baku lokal ramah lingkungan untuk mendukung industri berkelanjutan.

Agus mengatakan produk kerajinan memanfaatkan sumber daya alam lokal seperti kayu, rotan, dan bambu. Industri kerajinan juga menjadi salah satu subsektor penting dalam industri pengolahan nonmigas.

“IKM kerajinan Indonesia banyak memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah seperti kayu, rotan, dan bambu. Bahan baku lokal yang diolah menjadi produk kerajinan khas ini sarat dengan cerita budaya,” kata Agus dalam keterangan, Kamis, 14 Mei 2026.

Data Badan Pusat Statistik tahun 2025 menunjukkan industri kerajinan berkontribusi sebesar 2,10 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas. Ekspor produk kerajinan pada Februari 2026 juga meningkat 25,09 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Reni Yanita menyebut pengembangan sentra IKM menjadi salah satu strategi penguatan ekonomi daerah. Pendekatan tersebut memungkinkan proses pembinaan dilakukan secara terintegrasi dalam satu ekosistem usaha.

“Melalui pembinaan berbasis sentra, struktur ekonomi masyarakat di daerah menjadi lebih kuat. Selain itu, proses pendampingan juga dapat berjalan lebih efektif,” ujar Reni.

Indonesia memiliki 162 jenis bambu dengan luas kebun mencapai 2,4 juta hektare. Data Kementerian Kehutanan dan LIPI menunjukkan produksi bambu nasional mencapai lebih dari 11 juta batang per tahun.

Kementerian Perindustrian Republik Indonesia memberikan pendampingan bagi perajin bambu di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Program tersebut ditujukan untuk mendukung regenerasi perajin dan meningkatkan daya saing produk kerajinan bambu.

Direktur Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan menjelaskan sebanyak 35 perajin mengikuti pelatihan dalam program tersebut. Peserta mendapatkan materi mengenai teknik pengawetan bambu, desain produk, dan konsultasi pengemasan.

“Konsumen saat ini tidak hanya mempertimbangkan fungsi produk, tetapi juga memperhatikan desain, estetika, inovasi, dan kemasan yang ramah lingkungan. Karena itu, perajin harus terus kreatif dan mampu membaca tren pasar,” ujar Budi.

Diversifikasi produk hasil pendampingan akan dikolaborasikan dengan IKM dodol khas daerah. Program tersebut difokuskan pada pengembangan desain kemasan produk.

Program pendampingan perajin bambu melibatkan Dekranasda Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kerja sama tersebut juga dilakukan bersama pemerintah daerah dan Kemenperin.

Produk kerajinan hasil pendampingan akan dipamerkan pada Pameran HUT Dekranas di Makassar. Kemenperin juga menyiapkan dukungan promosi melalui pusat oleh-oleh dan berbagai saluran pemasaran.

Direktur Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan berharap perajin bambu dapat tumbuh menjadi mitra pemerintah. Ia juga mendorong pengembangan industri kerajinan bambu yang sehat, maju, dan mandiri.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para perajin bambu Kabupaten Hulu Sungai Selatan dapat tumbuh menjadi mitra pemerintah. Dalam mewujudkan industri kerajinan bambu yang sehat, maju, dan mandiri,” kata Budi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....