Menperin Sebut SDM Kompeten Jadi Kunci Pertumbuhan Industri Nasional

  • 15 Mei 2026 02:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan SDM kompeten menjadi kunci pertumbuhan industri nasional.
  • Kemenperin memperkuat pendidikan vokasi dan pelatihan industri 4.0 melalui kerja sama internasional.
  • Program pelatihan industri modern disiapkan untuk mendukung talenta industri menuju WorldSkills 2027 dan 2028.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan penyiapan tenaga kerja kompeten menjadi kunci pertumbuhan industri nasional. Pemerintah terus menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi agar mampu bersaing secara global.

Sektor manufaktur nasional mencatat nilai Indeks Kepercayaan Industri (IKI) sebesar 51,75 pada April 2026. Angka tersebut menunjukkan aktivitas industri masih berada pada level ekspansi.

“Pemerintah terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan industri manufaktur nasional. Salah satu kuncinya adalah menyiapkan SDM industri yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, and mampu bersaing di tingkat global,” kata Agus di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Industri manufaktur pada triwulan I 2026 tercatat tumbuh sebesar 5,04 persen secara nasional. Sektor tersebut memberikan kontribusi sebesar 1,03 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Nilai Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Industri Manufaktur (IKBM) tercatat berada pada level 51,37. Data tersebut dirilis oleh Badan Pusat Statistik.

Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) terus memperluas kerja sama internasional. Peningkatan kualitas pendidikan vokasi dilakukan untuk mendukung transformasi industri 4.0.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menilai penguatan kompetensi SDM merupakan sebuah keharusan. Menurutnya, penguatan tersebut diperlukan untuk mencetak talenta industri yang kompetitif.

“Industri 4.0 bukan lagi sekadar pilihan, tetapi telah menjadi kebutuhan. Karena itu, penguatan kompetensi SDM harus terus dilakukan agar Indonesia mampu mencetak talenta industri yang unggul dan kompetitif,” ujar Doddy.

Pelatihan industri 4.0 diselenggarakan bersama Irootech Technology. Sebanyak 250 peserta mengikuti kegiatan tersebut untuk mempelajari sistem industri modern.

Direktur Pusat Pengembangan Pendidikan Industri Mekanik Tiongkok Zheng Limei mengatakan program tersebut memperdalam pertukaran pendidikan vokasi Indonesia-Tiongkok. Program itu juga menjadi bagian penguatan kerja sama ekonomi digital kedua negara.

“Program pelatihan ini menjadi langkah penting untuk memperdalam pertukaran pendidikan vokasi antara Tiongkok dan Indonesia. Setelah pembentukan aliansi kerja sama kedua negara,” ujar Zheng Limei.

Pelatihan difokuskan pada platform industri 4.0 dan sistem otomatisasi produksi. Peserta mengikuti pembelajaran melalui metode daring dan luring.

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Wulan Aprilianti Permatasari berharap program tersebut mendukung persiapan talenta industri Indonesia. Kolaborasi internasional juga akan ditingkatkan untuk menghadapi ASEAN WorldSkills 2027 di Jakarta dan WorldSkills 2028.

“Kami berharap program ini dapat mendukung persiapan talenta industri Indonesia. Menghadapi ASEAN WorldSkills 2027 di Jakarta dan WorldSkills 2028,” ujarnya.

Kemenperin saat ini membuka pendaftaran peserta didik baru melalui jalur vokasi industri. Program tersebut mencakup 11 politeknik dan sembilan SMK di berbagai daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....