Perkuat Hilirisasi Minyak Atsiri, Kemenperin Kembangkan PFF Bali
- 11 Mei 2026 14:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Perindustrian mempercepat hilirisasi minyak atsiri nasional melalui pengembangan Pusat Flavor and Fragrance (PFF) Bali sebagai pusat inovasi dan inkubasi bisnis produk bernilai tambah.
- PFF Bali berfungsi sebagai pusat peningkatan kompetensi SDM melalui berbagai pelatihan sertifikasi, termasuk peracikan parfum dan minyak spa untuk memenuhi kebutuhan industri global.
- Pengembangan industri flavor dan fragrance nasional ini memanfaatkan kekayaan biodiversitas Indonesia guna mendukung sektor pariwisata, kosmetik, serta gaya hidup sehat secara berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat pengembangan industri berbasis sumber daya alam melalui percepatan hilirisasi minyak atsiri nasional. Upaya tersebut diwujudkan melalui pengembangan Pusat Flavor and Fragrance (PFF) Bali.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah mendorong hilirisasi minyak atsiri nasional tidak hanya diekspor bentuk bahan mentah. Menurutnya, minyak atsiri diolah menjadi produk bernilai tambah seperti parfum, aromaterapi, kosmetik, dan produk spa berbasis bahan alam.
"Pengembangan Pusat Flavor and Fragrance Bali menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat hilirisasi minyak atsiri nasional. Agar tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi," ujar Agus di Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar pada industri flavor, fragrance, dan wellness berbasis bahan alam. Potensi tersebut didukung kekayaan biodiversitas serta komoditas minyak atsiri yang melimpah.
Bali sendiri memiliki peluang pasar besar bagi pengembangan industri hilir minyak atsiri nasional. Peluang tersebut didukung aktivitas pariwisata serta berkembangnya industri spa dan wellness.
Selain itu, tren gaya hidup sehat turut meningkatkan kebutuhan produk minyak spa dan lilin aromaterapi berbahan alami. Tren tersebut juga meningkatkan kebutuhan parfum dan produk perawatan tubuh berbahan alami.
Sementara itu, Plt Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika mengatakan PFF Bali diharapkan menjadi katalis pengembangan industri nasional. Pengembangan PFF Bali diarahkan melalui peningkatan kompetensi SDM dan penguatan jejaring industri.
"PFF Bali diharapkan mampu menjadi katalis pengembangan industri flavor dan fragrance nasional berbasis minyak atsiri Indonesia. Melalui fasilitas ini, kami mengupayakan lahirnya produk-produk inovatif yang memiliki daya saing di pasar domestik maupun global," kata Putu.
PFF Bali telah melaksanakan pelatihan sertifikasi peracikan minyak spa bagi 40 pekerja migran Indonesia. Program tersebut bekerja sama dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Pelatihan tersebut ditujukan untuk penempatan kerja ke Maldives pada sektor spa dan wellness internasional. PFF Bali juga menyusun kurikulum peracikan parfum berbahan minyak atsiri untuk mendukung pengembangan SDM industri flavor dan fragrance nasional.
Pada 13 Maret 2026 dilaksanakan pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi produk sabun. Kegiatan tersebut diikuti 22 peserta bekerja sama dengan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana.
PFF Bali akan menyelenggarakan pelatihan peracikan parfum pada 29 Mei 2026. Pelatihan pembuatan sabun dan lilin aromaterapi juga akan dilaksanakan pada 29 Juni 2026.
PFF Bali juga akan menyelenggarakan pelatihan pembuatan dupa aromaterapi pada 7 Agustus 2026. Putu menambahkan pengembangan industri flavor dan fragrance nasional memerlukan sinergi antara pemerintah, akademisi, asosiasi, dan pelaku usaha.
Putu mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat pengembangan produk flavor, fragrance, dan wellness berbasis bahan alam global. Karena itu, penguatan hilirisasi dan pengembangan SDM industri harus terus dipercepat," ujar Putu.
Pengembangan industri flavor, fragrance, dan wellness nasional memerlukan sinergi antara pemerintah, akademisi, asosiasi, dan pelaku usaha. Indonesia memiliki potensi untuk menjadi salah satu pusat pengembangan produk flavor, fragrance, dan wellness berbasis bahan alam di tingkat global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....