Wamenperin Faisol Pacu Kerja Sama Industri Strategis Indonesia-Rusia

  • 11 Mei 2026 12:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menegaskan Rusia merupakan mitra strategis jangka panjang Indonesia untuk memperkuat sektor industri nasional.
  • Indonesia dan Rusia menyepakati percepatan implementasi Perjanjian Perdagangan Bebas I–EAEU FTA yang ditargetkan berlaku tahun depan.
  • Momentum status Indonesia sebagai "partner country" pada INNOPROM 2026 di Rusia pada Juli 2026 akan dimanfaatkan untuk mendorong transfer teknologi dan investasi.

RRI.CO.ID, Saint Petersburg – Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin), Faisol Riza, mengatakan Indonesia memandang Rusia sebagai mitra strategis pembangunan industri nasional. Menurut dia, seluruh potensi kerja sama perlu segera ditransformasikan menjadi langkah nyata yang memberikan manfaat bagi kedua negara.

Hal ini ditegaskan melalui partisipasi Indonesia sebagai partner country pada INNOPROM 2026 di Yekaterinburg pada Juli 2026. “Kami ingin memastikan seluruh potensi kerja sama yang telah dibahas tidak berhenti pada tataran komitmen,” ujarnya, Senin, 11 Mei 2026.

Wamendag menyampaikan pernyataan tersebut pada pertemuannya dengan Wakil Menteri Perdagangan dan Perindustrian Rusia, Vladimirovich Gruzdev. Pembicaraan antara keduanya berlangsung pada rangkaian kegiatan Indonesia-Russia Business and Investment Forum 2026 di Saint Petersburg, Rusia.

Forum tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, 13 April 2026. Ini sekaligus menegaskan komitmen kedua negara untuk memperdalam kerja sama di berbagai sektor prioritas.

Nilai perdagangan nonmigas kedua negara tercatat mencapai USD4,04 miliar hingga Oktober 2025. Ini menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten sejak 2020.

Wamendag menekankan pentingnya mengakselerasi program kerja sama yang terukur dan berkelanjutan pada berbagai sektor. Misalnya industri manufaktur, galangan kapal, petrokimia, serta farmasi dan alat kesehatan.

Kedua negara juga menyepakati percepatan implementasi Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (I–EAEU FTA). Ditargetkan ini mulai berlaku efektif pada tahun depan untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan volume perdagangan kedua negara.

Perjanjian ini diharapkan menjadi platform strategis untuk meningkatkan volume perdagangan bebas antara Indonesia dan negara-negara Eurasia secara signifikan. Selain itu juga mempermudah penetrasi produk-produk unggulan Indonesia ke kawasan tersebut.

Selain itu, Indonesia dan Rusia memandang pentingnya kerja sama melalui forum multilateral seperti BRICS Centre for Industrial Competences (BCIC). Ini dinilai sebagai wadah strategis untuk mendukung transformasi industri dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Menurut Faisol, keterlibatan Indonesia pada INNOPROM 2026 harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas investasi dan memperkuat kemitraan industri. “Selain itu harus mendorong transfer teknologi yang berdampak langsung pada peningkatan daya saing industri nasional,” ujarnya.

INNOPROM 2026 merupakan pameran industri internasional yang mempertemukan pelaku usaha dan buyers dari seluruh dunia. Sebelumnya kegiatan ini telah berlangsung di Tashkent, Uzbekistan, pada April 2026, dan berikutnya di Minsk, Belarusia, pada September 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....