Perkuat Mitra Strategis, Wamendag Roro Dorong Kerja Sama RI-Jerman
- 02 Mei 2026 11:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong penguatan kerja sama strategis Indonesia-Jerman di berbagai sektor ekonomi.
- Pemerintah menargetkan implementasi I-EU CEPA pada 2027 untuk memperluas perdagangan dan investasi.
- Kolaborasi mencakup ekspor industri, UMKM, hingga penempatan tenaga kerja profesional Indonesia di Jerman.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan Indonesia dan Jerman merupakan pilar ekonomi utama. Roro menyebut kedua negara memiliki pengaruh besar bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan Uni Eropa dan Asia Tenggara.
Indonesia memandang Jerman sebagai rekan prioritas untuk meningkatkan nilai perdagangan dua arah secara berkelanjutan. Roro memaparkan bahwa langkah kolaboratif sangat diperlukan guna mendukung kemajuan bersama di berbagai sektor industri strategis.
“Mengingat hal tersebut, Indonesia dan Jerman akan terus saling memandang sebagai mitra strategis prioritas di kedua kawasan. Kedua negara perlu terus melanjutkan hubungan secara lebih erat,” ujar Roro di Jakarta, Kamis, 30 April 2026.
Pemerintah memperkuat kemitraan dengan mengoptimalkan kantor perwakilan Atase Perdagangan (Atdag) dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). Industri mesin cetak menjadi salah satu landasan ekspor yang sukses menembus pasar Jerman saat ini.
Nilai ekspor produk mesin cetak nasional tercatat menyentuh angka 281 juta Dolar Amerika Serikat pada tahun 2025. Pengiriman kopi serta rempah-rempah ke Jerman juga mengalami lonjakan drastis sebesar 175 persen.
Pemerintah menargetkan penyelesaian peninjauan hukum Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) akhir tahun ini. Roro optimistis perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif tersebut dapat mulai diimplementasikan secara resmi pada awal 2027.
“Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) saat ini telah memasuki tahap akhir peninjauan hukum. Kami optimistis proses ini akan selesai sesuai jadwal, dapat ditandatangani pada akhir 2026, dan mulai diterapkan pada awal 2027,” kata Roro.
Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan mendapatkan kepastian hukum serta insentif melalui perjanjian dagang tersebut. Kerja sama ini juga membuka peluang besar bagi investasi pada sektor energi dan industri hijau.
Kemitraan strategis kedua negara kini telah bertransformasi hingga mencakup sektor pengiriman tenaga kerja profesional secara resmi. Pemerintah berhasil menempatkan 4.000 pekerja Indonesia pada bidang perhotelan, ritel, hingga kesehatan di Jerman.
Inisiatif tersebut merupakan tindak lanjut nyata dari hasil misi dagang bersama untuk jasa profesional di Berlin. Roro menilai kolaborasi ini membuktikan adanya penguatan modal manusia yang saling menguntungkan bagi Indonesia dan juga Jerman.
“Inisiatif yang merupakan tindak lanjut dari Misi Dagang Bersama untuk Jasa Profesional di Berlin ini menjadi bukti nyata. Kerja sama kedua negara telah bertransformasi menjadi kemitraan komprehensif yang mencakup kerja sama mobilitas talenta dan pengembangan modal manusia,” ucap Roro.
Anggota German Bundestag Thomas Bareiß menyatakan hubungan bilateral kedua negara telah terjalin kuat selama lebih dari enam dekade. Thomas menyebut kepercayaan ekonomi bersama menjadi fondasi utama bagi kehadiran 300 perusahaan asal Jerman di Indonesia.
Penerapan I-EU CEPA diyakini akan membuat hubungan perdagangan dan investasi kedua negara terus tumbuh semakin kokoh. Thomas memaparkan bahwa pertukaran antarmasyarakat menjadi elemen penting dalam menjaga keberlanjutan kemitraan jangka panjang ini.
Total perdagangan Indonesia dengan Jerman mencapai 860,6 juta Dolar Amerika Serikat pada awal tahun 2026. Nilai ekspor Indonesia ke negara tersebut menyumbang angka sebesar 331,1 juta Dolar Amerika Serikat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....