Atasi Pengangguran, Wamendag Roro Dorong Generasi Muda Jadi Wirausahawan

  • 17 Apr 2026 19:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong generasi muda menjadi wirausahawan untuk menekan pengangguran 4,76 persen.
  • Program seperti Campuspreneur dan kolaborasi kampus serta pemerintah daerah memperkuat ekosistem kewirausahaan.
  • Kemendag mencatat potensi transaksi UMKM mencapai Rp2,2 triliun dan mendorong pemanfaatan kearifan lokal sebagai produk bernilai tinggi.

RRI.CO.ID, Palembang - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong generasi muda menjadi wirausahawan mandiri. Langkah tersebut sangat penting untuk mengatasi angka pengangguran terbuka nasional yang mencapai 4,76 persen.

Roro menyatakan bahwa generasi muda harus berani menciptakan solusi melalui berbagai produk inovatif sesuai potensi daerah. Menurutnya, menjadi pelaku usaha berarti membuka ruang pemberdayaan bagi masyarakat luas di lingkungan sekitar secara berkelanjutan.

“Fenomena ini menyuarakan sebuah pesan tentang pentingnya mendorong, melatih, dan memfasilitasi generasi muda untuk berani menjadi wirausahawan. Menjadi pelaku usaha artinya menghadirkan solusi melalui produk yang dijual dan membuka ruang pemberdayaan masyarakat sekitar,” ujar Roro di Palembang, Jumat, 17 April 2026.

Wakil Rektor I Universitas Sriwijaya (Unsri) Rujito Agus Suwignyo mendukung penuh terciptanya ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus. Lanjutnya, pihak universitas berkomitmen mencetak lulusan yang mampu menciptakan nilai tambah serta berdaya saing pada level global.

“Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak dan program inkubasi, kami berupaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang kokoh di lingkungan kampus. Agar lulusan kita tidak hanya mencari kerja, tetapi mampu menciptakan nilai tambah di masyarakat," ucap Rujito.

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatra Selatan Cik Ujang memperkenalkan program khusus untuk membentuk 100 ribu pengusaha muda baru. Lanjutnya, inisiatif tersebut merupakan ikhtiar bersama guna membangun kapasitas individu sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Program ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk membentuk generasi muda yang mandiri secara ekonomi. Dengan melahirkan wirausahawan baru, kita tidak hanya membangun kapasitas individu, tetapi juga membuka lapangan kerja demi kesejahteraan masyarakat,” kata Cik Ujang.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia (RI) telah mendampingi 1.200 usaha kecil dengan potensi transaksi besar. Lanjutnya, nilai potensi perdagangan dari kegiatan tersebut mencapai angka Rp2,2 triliun.

“Capaian ini sangatlah membanggakan dan perlu menjadi pemantik mahasiswa untuk berani melangkah ke arena global. Saya harap, mahasiswa Indonesia memiliki daya saing yang mumpuni di tengah ekosistem perdagangan yang dinamis dan kompetitif,” kata Roro.

Seorang mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) bernama Arkam mengapresiasi wawasan baru mengenai pemanfaatan momentum emas bonus demografi. Lanjutnya, ia bertekad menjadi peternak inovatif di Sumatra Selatan guna menangkap peluang bisnis pada sektor ekonomi kerakyatan.

“Banyak wawasan baru yang saya dapatkan, terutama mengenai pentingnya memanfaatkan momentum bonus demografi. Hal ini selaras dengan visi saya untuk menjadi pengusaha besar yang saya mulai dengan menjadi peternak termuda dan inovatif di Sumatra Selatan," kata Arkam.

Pemerintah juga secara konsisten menjembatani kemitraan antara pengusaha kecil dengan perusahaan ritel raksasa berskala internasional. Sinergi dengan berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dilakukan demi memperkuat posisi tawar produk lokal domestik.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia (RI) telah meluncurkan program Campuspreneur bagi para mahasiswa kreatif di tanah air. Program komprehensif ini bertujuan mengakselerasi lahirnya pengusaha baru dari kalangan akademisi agar naik kelas secara global.

Roro juga mengagumi transformasi kearifan lokal Sumatra Selatan yang berhasil menjadi produk kerajinan bernilai jual tinggi. Lanjutnya, perajin lokal mampu mengubah wastra menjadi produk modern tanpa harus menghilangkan identitas budaya asli daerah tersebut.

“Sangat mengagumkan bagaimana kearifan lokal dari berbagai wastra dan kerajinan tangan di sini mampu bertransformas. Menjadi produk modern yang bernilai tinggi tanpa kehilangan jati diri budayanya,” ucap Roro.

Ketua Pengurus Harian Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Mohammad Taufiq mendukung penuh Gerakan Kamis Pakai Lokal (Gaspol). Lanjutnya, kampanye tersebut membuktikan komitmen nyata pemerintah dalam menggalakkan penggunaan produk buatan dalam negeri pada keseharian.

“Kami tadi juga menyimak informasi terkait Gerakan Kamis Pakai Lokal (Gaspol) di Kemendag. Kami merasa turut bangga mengetahui implementasi nyata pemerintah menggalakkan produk lokal, bahkan dalam keseharian di kantor,” ujar Mohammad Taufiq.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....