Peningkatan Investasi, Menyerap 706.569 Orang Tenaga Kerja

  • 23 Apr 2026 14:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Target investasi pada tahun 2026 yang sebesar Rp 2.041,3 triliun.
  • 2. Realisasi investasi pada triwulan I tahun 2026, sebesar Rp 498,8 triliun
  • 3. Peningkatan investasi, berdampak pada penciptaan ratusan ribu lapangan kerja baru
  • 4. Pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun 2026, diperkirakan 5,5 persen
  • 5. Pemerintah memastikan fundamental ekonomi Indonesia terjaga dan solid

RRI.CO. ID, Jakarta - Realisasi investasi pada Triwulan I 2026 mencapai Rp498,8 triliun, meningkat 7,2% secara tahunan (year on year/yoy) dibanding tahun lalu. Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, peningkatan investasi berdampak kepada terciptanya lapangan kerja baru untuk masyarakat.

"Realisasi investasi pada Triwulan I 2026 kurang lebih 24,4% dari total target investasi pada tahun 2026 yang sebesar Rp 2.041,3 triliun. Paling penting adalah penyerapan tenaga kerja 706.569 orang atau tumbuh 18, 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya," kata Rosan dalam keterangan pers seperti disiarkan pada Youtube Kementerian Investasi dan Hilirasi/BKPM, Jakarta, Kamis, 23 April 2026.

Rosan mengatakan, secara kuartalan (quarter on quarter/qoq) realisasi investasi tersebut juga naik 0,4%, dibandingkan Triwulan IV 2025. Ia menjelaskan target investasi pada 2026 adalah Rp2.041,3 triliun.

Adapun realisasi investasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada tiga bulan pertama di 2026, selisihnya sangat tipis. PMA sebesar Rp250,0 triliun atau 50,1% dan PMDN Rp248,8 triliun atau 49,9%, atau naik masing-masing 8,5% dan 6,0% secara tahunan.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga dan solid. Ia memprediksi pertumbuhan ekonomi mencapai 5,5% pada kuartal I-2026.

"Kami memprediksi pertumbuhan di kuartal 1-2026, secara fundamental relatif baik. Angkanya kalau tidak ada protes, lebih besar 5,5 persen," kata Menteri Airlangga.

Menteri Airlangga menjelaskan beberapa faktor penompang pertumbuhan ekonomi pada triwulan I tahun 2026, yakni konsumsi rumah tangga. Selanjutnya penyaluran tunjangan hari raya (THR), akselerasi belanja, dan stimulus pemerintah Rp 809 triliun.

"Di Indonesia sendiri pertumbuhan di triwulan I cukup baik. Fundamental ekonomi terjaga dengan baik," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....