Meninves/Kepala BKPM: Realisasi Investasi Semester I 2026 Tembus Rp1.010,6 Triliun

  • 19 Jul 2026 12:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Realisasi investasi Semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun atau 49,5 persen dari target tahunan sebesar Rp2.041,3 triliun.
  • Investasi tersebut menyerap 1,45 juta tenaga kerja atau meningkat 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

RRI.CO.ID, Jakarta – Realisasi investasi Indonesia pada semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun atau 49,5 persen dari target nasional Rp2.041,3 triliun. Demikian disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi (Meninves)/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jumat 17 Juli 2026, di Jakarta.

“Komitmen para investor masih terjaga meski kondisi perekonomian global masih menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya. Menurut dia, capaian tersebut masih sejalan (in line) dengan target yang dicanangkan oleh pemerintah.

Rosan menambahkan realisasi investasi tersebut berhasil menyerap 1.448.862 tenaga kerja. Ini berarti naik 15 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Rosan menambahkan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada semester I 2026 mencapai Rp507,6 triliun (50,2 persen). Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp502,9 triliun atau 49,8 persen dari total investasi.

Investasi di luar Pulau Jawa mendominasi dengan nilai Rp507,8 triliun, atau tumbuh 6,7 dibandingkan semester I 2025. Sedangkan di Pulau Jawa tercatat sebesar Rp502,8 triliun atau tumbuh 7,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lima provinsi dengan realisasi investasi terbesar secara nasional adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, dan Banten. Sedangkan daerah dengan kontribusi signifikan untuk investasi asing adalah Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kepulauan Riau.

Berdasarkan negara asal investor, Singapura masih menjadi yang terbesar dengan nilai mencapai USD8,8 miliar. Diikuti oleh Hong Kong (USD7,6 miliar), Tiongkok (USD3,9 miliar), Jepang (USD1,9 miliar), dan Amerika Serikat (USD1,7 miliar).

Investasi sektor hilirisasi pada semester I 2026 mencapai Rp300,1 triliun atau 29,7 persen dari total investasi nasional. Komoditas mineral masih mendominasi pada sektor ini seperti bauksit, nikel, tembaga, besi baja, dan pasir silika.

Menurut Rosan, bauksit kini menjadi komoditas hilirisasi dengan nilai investasi terbesar menggantikan nikel. Perubahan tersebut didorong meningkatnya pembangunan proyek hilirisasi bauksit oleh penanam modal dalam negeri maupun asing.

Rosan menegaskan pemerintah akan terus menjaga momentum investasi melalui penyederhanaan perizinan dan penguatan ekosistem investasi. “Kami juga mempercepat pembangunan kawasan industri, hilirisasi, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada investor,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....