Perkuat Pasar, Menperin Dorong IKM Pasok Perlengkapan Haji 2026

  • 18 Apr 2026 12:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Agus Gumiwang Kartasasmita mendorong IKM menjadi pemasok perlengkapan haji 2026.
  • Produk IKM seperti batik, mukena, dan kain ihram telah digunakan sebagai perlengkapan resmi jemaah haji Indonesia.
  • Kemenperin memperkuat kemitraan, sertifikasi Batikmark, dan promosi untuk meningkatkan daya saing IKM nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memperkuat peran pelaku industri kecil dan menengah (IKM). Ia mendorong IKM nasional agar menjadi pemasok perlengkapan ibadah haji 2026.

Agus menyatakan bahwa pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan jemaah haji melalui produk industri dalam negeri. Menurutnya, momentum ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing serta memperluas akses pasar para pelaku industri.

“Pemerintah terus berupaya kebutuhan dalam negeri untuk penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, dapat dipenuhi oleh produk industri nasional. Ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan daya saing IKM sekaligus memperluas akses pasar mereka,” ujar Agus di Jakarta, Jumat, 17 April 2026.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat sebanyak 12 usaha kecil binaan sukses memasok perlengkapan. Potensi ekonomi dari ekosistem religi tersebut harus memberikan nilai tambah yang optimal bagi kemajuan ekonomi nasional.

Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA) aktif memfasilitasi kemitraan strategis dengan berbagai pihak. Kolaborasi ini melibatkan perusahaan perjalanan, agregator bisnis, hingga lembaga perbankan syariah di seluruh wilayah Indonesia.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyebut produk binaan meliputi batik dan mukena. Lanjutnya, kain ihram hasil karya pengusaha lokal kini telah menjadi bagian resmi dari perlengkapan jemaah haji.

“Produk IKM binaan kami, mulai dari batik, mukena, hingga kain ihram, telah menjadi bagian dari perlengkapan resmi jemaah haji Indonesia. Produk tersebut digunakan oleh jemaah haji Indonesia sebagai perlengkapan resmi,” ucap Reni.

Empat perusahaan lokal tercatat telah menjalin kontrak pengadaan dengan Bank Syariah Indonesia (BSI). Bank tersebut bertindak sebagai salah satu Bank Penerima Setoran (BPS) haji.

Delapan pengusaha batik dari wilayah Jawa dan Yogyakarta turut bermitra melalui fasilitas sertifikasi khusus. Label tersebut berfungsi sebagai syarat mutlak guna menjamin keaslian tekstil yang digunakan oleh para jemaah.

Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia Sandang dan Kerajinan Budi Setiawan menegaskan pentingnya menjaga kualitas identitas. Lanjutnya, sertifikat tersebut memastikan bahwa seragam haji merupakan hasil produksi asli para perajin dari tanah air.

“Sertifikat Batikmark memastikan bahwa seragam batik yang dikenakan jemaah haji merupakan batik asli. Batik tersebut diproduksi oleh IKM Indonesia,” kata Budi.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga mendorong promosi produk melalui ajang pameran berskala besar yang telah dilaksanakan di Medan pada April 2026. Kegiatan tersebut menjadi sarana efektif bagi para pengusaha untuk memperkenalkan karyanya secara langsung kepada calon jemaah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....