Kemendag dan KJRI Osaka Fasilitasi 16 Jenama Fesyen Lokal Tembus Pasar Ekspor Kobe

  • 17 Apr 2026 00:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Perdagangan dan KJRI Osaka memfasilitasi 16 jenama fesyen Indonesia menembus pasar Jepang melalui pop-up store di Kobe.
  • Kegiatan ini menjadi strategi promosi efektif untuk meningkatkan ekspor produk kreatif Indonesia ke pasar global.
  • Produk fesyen dan aksesori Indonesia dinilai memiliki potensi besar karena kualitas, estetika, dan nilai budaya yang kuat.

RRI.CO.ID, Kobe - Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkolaborasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Osaka memfasilitasi ekspansi produk lokal ke Jepang. Sebanyak 16 merek fesyen hingga perhiasan Indonesia kini tampil dalam gerai sementara di Kobe Marui Department Store.

Pemerintah secara aktif mendorong produk kreatif unggulan untuk menjangkau para konsumen di pasar tujuan ekspor utama. Pameran di pusat perbelanjaan bergengsi Jepang dapat menjadi sarana promosi yang sangat efektif bagi pengusaha nasional.

“Hadirnya produk-produk Indonesia melalui pop-up store di Kobe menjadi kesempatan untuk memperluas pemasaran produk fesyen dan aksesori Indonesia ke pasar global. Upaya ini perlu dilakukan untuk semakin menunjukkan bahwa kreativitas jenama Indonesia berpotensi besar bersaing di pasar dunia,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi di Jakarta, Kamis, 16 April 2026.

Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Osaka John Tjahjanto Boestami menilai Kobe merupakan kiblat mode penting. Masyarakat setempat memiliki sejarah panjang serta apresiasi yang tinggi terhadap budaya busana elegan.

Kota pelabuhan internasional tersebut memegang peran strategis bagi aktivitas perdagangan luar negeri Jepang. Ia mendorong seluruh pihak terus menjajaki peluang kerja sama guna meningkatkan volume ekspor produk kreatif Indonesia.

“Kami melihat antusiasme pasar Jepang terhadap produk fesyen dan aksesori asal Indonesia terus meningkat. Oleh karena itu, hadirnya produk-produk Indonesia di Kobe menjadi ajang yang sangat strategis untuk menunjukkan keunggulan kualitas produk Indonesia,” kata John Tjahjanto.

Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Osaka Didit Akhdiat Suryo menyampaikan karakteristik pembeli di Negeri Sakura. Menurutnya, konsumen Jepang sangat menghargai nilai-nilai yang muncul di balik desain sebuah produk internasional.

“Konsumen di Jepang sangat menghargai kualitas dan desain, serta terbuka terhadap produk internasional yang memiliki nilai estetika dan cerita. Rangkaian kegiatan pop-up store di Kobe menjadi langkah strategis promosi dan penguatan awareness produk fesyen dan aksesori Indonesia di pasar Jepang,” ujar Didit.

Desainer PROSA Archive Zoe Natasha menganggap keikutsertaan dalam kegiatan ini sebagai langkah awal ekspansi bisnis yang serius. Ia berharap produknya dapat diterima dengan baik oleh perusahaan Jepang demi menjalin kemitraan usaha jangka panjang.

“Dengan potensi pasar Jepang yang sangat besar, kami berharap produk kami dapat diterima di pasar tersebut. Kami juga berharap dapat menjalin kerja sama bisnis antara perusahaan kami dan perusahaan Jepang,” kata Zoe.

Pemilik Tieka Huza Atikah menyatakan partisipasi ini menjadi momentum untuk memperkenalkan batik Indonesia dengan sentuhan perspektif modern. Lanjutnya, pengenalan warisan budaya tersebut sangat krusial dalam memperkuat identitas merek asli Indonesia di pasar global.

“Partisipasi ini menjadi kesempatan kami untuk memperkenalkan batik Indonesia dalam perspektif modern yang relevan di pasar Jepang. Sekaligus memperkuat positioning global dan identitas merek berbasis warisan budaya,” ujar Atikah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....