UMKM BISA Ekspor Tembus USD 23,60 Juta pada Triwulan I Tahun 2026

  • 13 Apr 2026 11:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Program UMKM BISA Ekspor mencatat transaksi sebesar USD 23,60 juta pada Triwulan I 2026, menunjukkan daya saing UMKM meningkat.
  • Potensi transaksi didominasi MoU sebesar USD 19,64 juta serta realisasi purchase order USD 3,96 juta.
  • Program Kementerian Perdagangan memperluas akses pasar UMKM ke berbagai negara seperti Jepang, Jerman, dan Inggris.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan total transaksi program Usaha Mikro Kecil dan Menengah Berani Inovasi Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) mencapai USD 23,60 juta. Capaian pada Triwulan I-2026 tersebut membuktikan bahwa strategi pemerintah dalam mendorong pelaku usaha lokal menembus pasar internasional berjalan sangat efektif.

Budi menegaskan bahwa peningkatan signifikan ini didorong oleh intensitas kegiatan penjajakan bisnis yang mempertemukan produsen dengan pembeli global secara terarah. Ia menilai daya saing pelaku usaha mikro tanah air kini semakin kuat untuk bersaing di kancah perdagangan dunia.

“Capaian UMKM BISA Ekspor pada Triwulan I-2026 ini menunjukkan pelaku UMKM kita memiliki daya saing yang semakin kuat di pasar internasional. Kemendag akan terus memperluas akses pasar, memperkuat promosi, memastikan UMKM mendapatkan pendampingan yang tepat,” ujar Budi di Jakarta, Senin, 13 April 2026.

Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) mencatat potensi transaksi melalui nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) mencapai USD 19,64 juta. Sementara itu, total pesanan pembelian (Purchase Order/PO) yang berhasil dibukukan oleh para pelaku usaha tercatat sebesar USD 3,96 juta.

Ditjen PEN telah menyelenggarakan 170 kegiatan penjajakan bisnis yang melibatkan sekitar 396 pelaku usaha mikro kecil dan menengah. Partisipasi aktif dari berbagai pihak pendukung seperti Bank Indonesia dan Indonesia Eximbank turut memperkuat ekosistem ekspor nasional.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Fajarini Puntodewi menambahkan bahwa program ini dirancang sebagai ekosistem yang terintegrasi secara menyeluruh. Ia berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar produk lokal Indonesia semakin berdaya saing global.

Lanjutnya, ia memastikan kesiapan kualitas dan kapasitas produksi para pelaku usaha agar mampu memenuhi permintaan pasar internasional secara konsisten. Menurutnya, proses kurasi produk yang ketat menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan para pembeli dari luar negeri.

“Kami tidak hanya mempertemukan UMKM dengan buyer. Kami juga memastikan kesiapan produk, kualitas, dan kapasitas produksi agar mampu memenuhi permintaan pasar global secara konsisten,” kata Puntodewi.

Program ini berhasil menjangkau pasar di berbagai negara maju seperti Jepang, Jerman, Inggris, Belanda, hingga kawasan Timur Tengah. Sektor yang paling diminati oleh pembeli global meliputi olahan boga bahari, rempah-rempah, dekorasi rumah, serta produk kecantikan.

Produk pertanian, perkebunan, hingga furnitur asal Indonesia juga menunjukkan performa ekspor yang sangat menggembirakan pada awal tahun ini. Tambahnya, permintaan terhadap produk herbal dan perlengkapan berbahan plastik menunjukkan tren positif di pasar Asia serta Afrika.

Pendiri (Founder) dan Pemimpin Utama (CEO) PT Faber Instrument Indonesia Helmi Suana Permanahadi turut mengapresiasi dukungan nyata dari pemerintah. Ia merasa terbantu melalui program penempatan produk pilihan yang membuka peluang besar bagi perusahaannya untuk memperkenalkan karya anak bangsa.

Lanjutnya, ia menyatakan bahwa perusahaannya kini berhasil terhubung dengan kantor perwakilan perdagangan di Seoul, Busan, hingga Vancouver. Menurutnya, fasilitasi dalam pameran dagang internasional sangat efektif dalam memperluas jangkauan pasar radio dan pengeras suara berbahan kayu.

“Kami bangga dapat menjadi bagian dari program ini. Kami juga siap berkontribusi lebih jauh dalam mendukung kegiatan Kementerian Perdagangan, termasuk menghadirkan produk Faber Instrument Indonesia sebagai bagian dari promosi nasional,” ujar Helmi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....