Kondisi Dunia Makin Rumit, Gubernur BI Tekankan Pentingnya Bauran Kebijakan

  • 14 Apr 2026 19:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Lingkungan global saat ini yang semakin kompleks. Ditandai oleh fragmentasi, meningkatnya ketegangan geopolitik, serta volatilitas pasar keuangan
  • Gubernur Perry menyampaikan kunci untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan di tengah ketidakpastian global adalah bauran kebijakan yang kredibel, fleksibel, dan terkoordinasi
  • Gubernur BI Perry Warjiyo menghadiri IMF Spring Meeting 2026 di AS, dan melakukan pertemuan dengan para investor di New York

RRI.CO.ID, Jakarta - Bagaimana menjaga stabilitas di tengah guncangan global menjadi isu penting bagi banyak negara saat ini. Dunia yang semakin terfragmentasi membutuhkan kebijakan-kebijakan makro yang tepat agar sebuah negara bisa bertahan.

Kondisi tersebut menjadi fokus diskusi antara Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dan Profesor dari Universitas Harvard, Jeffrey A.Frankel. Dalam diskusi tersebut juga hadir Ekonom senior Indonesia, M. Chatib Basri yang sedang menjadi Visiting Scholar di Harvard.

Ketiga tokoh tersebut melihat lingkungan global saat ini yang semakin kompleks. Ditandai oleh fragmentasi, meningkatnya ketegangan geopolitik, serta volatilitas pasar keuangan.

"Guncangan global semakin sering terjadi dan sulit diprediksi. Sehingga meningkatkan risiko tekanan terhadap perekonomian global," kata Profesor Frankel seperti dikutip Selasa, 14 April 2026.

Sementara itu, Gubernur Perry menyampaikan kunci untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan di tengah ketidakpastian global. Yaitu bauran kebijakan yang kredibel, fleksibel, dan terkoordinasi.

Dalam kesempatan tersebut, Perry juga menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini tetap solid. Penopang utamanya adalah pertumbuhan yang kuat dan inflasi yang terkendali, serta sinergi erat kebijakan moneter dan fiskal.

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat komunikasi kebijakan dengan investor global. Komunikasi ini perlu dilakukan guna memastikan persepsi pasar tetap terkelola di tengah dinamika global," ucap Perry.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo berada di AS untuk mengikuti IMF Spring Meeting 2026. Pertemuan Musim Semi yang juga dihadiri oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Perry juga melakukan pertemuan dengan sejumlah investor di New York. Di hadapan para investor, Perry menegaskan bahwa bauran kebijakan yang ditempuh Indonesia berada pada arah yang tepat.

Fokus bauran kebijakan adalah stabilitas dan ketahanan eksternal. Ketahanan eksternal dijaga melalui pengelolaan suku bunga, intervensi valuta asing, serta penguatan likuiditas domestik.

Upaya itu mendapat dukungan berupa komitmen fiskal menjaga defisit di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit anggaran dijaga dengan cara melakukan reformasi subsidi dan realokasi anggaran yang lebih produktif.

“Kami akan terus memastikan bauran kebijakan yang konsisten dan responsif. Tujuannya untuk menjaga stabilitas serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global," kata Perry menegaskan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....