Kemenperin Gandeng Tiongkok Cetak Talenta Digital Sektor Manufaktur

  • 14 Apr 2026 17:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Perindustrian menggandeng Tiongkok untuk mengembangkan talenta digital sektor manufaktur.
  • Kolaborasi difokuskan pada integrasi teknologi industri 4.0 dan kecerdasan buatan guna meningkatkan daya saing global.
  • Program ini melibatkan pendidikan vokasi dan industri untuk mencetak SDM berkompetensi tinggi di bidang digital.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) gus Gumiwang Kartasasmita mempercepat langkah transformasi sektor manufaktur nasional. Pemerintah menjalin aliansi strategis dengan Tiongkok guna membangun platform integrasi teknologi digital dan kecerdasan buatan.

Agus berkomitmen penuh memperkuat industri dalam negeri agar mampu bersaing secara global. Pihaknya berupaya menjadikan manufaktur Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok dunia yang cerdas.

“Digitalisasi dan penerapan industri 4.0 merupakan kunci dalam mewujudkan sektor manufaktur yang cerdas, berkelanjutan, dan tangguh. Hal tersebut untuk menghadapi dunia global serta dapat meningkatkan produktivitas, mempercepat inovasi, sekaligus memperkuat daya saing,” kata Agus di Jakarta, Selasa, 14 April 2026.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menyatakan revolusi industri mengubah operasional pabrik. Ia menuntut kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi teknologi sangat tinggi saat ini.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu kolaborasi lintas negara untuk penempatan tenaga kerja bidang teknologi canggih. Langkah ini merupakan bentuk nyata dalam menjawab tantangan era digitalisasi yang sangat pesat.

“Hal inilah yang memacu Kemenperin untuk terus melakukan kolaborasi strategis lintas negara. Khususnya dalam pengembangan SDM dan penempatan tenaga kerja di bidang industri 4.0,” ujar Doddy.

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Wulan Aprilianti Permatasari menjelaskan tujuan utama aliansi internasional tersebut. Ia berupaya memperdalam integrasi antara dunia industri dan institusi pendidikan lintas negara.

Sektor pemerintah dan swasta dari kedua negara akan berkolaborasi aktif mencetak talenta teknis berkualitas tinggi. Platform ini diharapkan menjadi wadah pertukaran talenta profesional untuk menjawab kebutuhan pembangunan industri masa depan.

“Saat ini member aliansi telah berisi pendidikan dan industri di Indonesia dan Tiongkok. Tentunya kita berharap di masa yang akan datang juga akan lebih banyak pendidikan dan industri yang terlibat aktif dalam mengembangkan aktivitas dalam aliansi,” ucap Wulan.

Vice President Irootech Technology Co. Ltd. Ye Fei menyatakan tujuannya mengembangkan talenta terampil melalui platform ini. Ia ingin memperkuat kerja sama bilateral dalam bidang pendidikan vokasi guna mendorong perkembangan bersama.

Ye Fei berencana menyelenggarakan kompetisi keterampilan vokasi untuk mendukung persiapan ajang WorldSkills Competition internasional. Fokus utama kegiatan tersebut adalah mendorong pengembangan kemampuan digital para tenaga kerja industri di Indonesia.

“Kami juga berharap dapat bersama-sama menjajaki penyelenggaraan kompetisi keterampilan vokasi dan pertukaran talenta untuk WorldSkills Competition. Khususnya di bidang industri digital guna mendorong pengembangan talenta digital industri di Indonesia,” kata Ye Fei.

Pemerintah Indonesia menaungi 13 unit pendidikan tinggi vokasi serta 9 sekolah menengah kejuruan (SMK) industri. Saat ini pendaftaran Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) bersama tahun 2026 telah resmi dibuka untuk umum yang dapat diakses pada tautan jarvis.kemenperin.go.id.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....