Forum Bisnis Indonesia-Jepang Capai Nilai Perdagangan Ratusan Triliun Rupiah
- 30 Mar 2026 05:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketum Kadin Indonesia juga menyoroti pentingnya ketahanan dan adaptasi dunia usaha di tengah ketidakpastian global, termasuk dampak konflik geopolitik
- Forum Bisnis Indonesia-Jepang berhasil mencapai sejumlah nota kesepahaman bidang perdagangan sebesar USD23,6 miliar
- Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan, Indonesia dan Jepang sama-sama menghadapi tantangan ke depan, tantangan yang menuntut langkah yang lebih progresif
RRI.CO.ID, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar Indonesia-Japan Strategic Partnership Forum di Tokyo, Jepang. Kegiatan tersebut dilaksanakan di sela-sela kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Negeri Matahari terbit itu.
Forum Bisnis Indonesia-Jepang berhasil mencapai sejumlah nota kesepahaman bidang perdagangan sebesar USD23,6 miliar. Jumlah itu setara Rp401,2 triliun (kurs rupiah hari ini Rp17.000 per dolar AS).
Pada kesempatan itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan, Indonesia dan Jepang sama-sama menghadapi tantangan ke depan. "Tantangan yang menuntut langkah yang lebih progresif," kata Anindya dalam pernyataan tertulisnya, Senin, 30 Maret 2026.
Menurutnya, langkah yang lebih progresif diperlukan untuk mendorong Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).
"Salah satu caranya adalah dengan investasi dan inovasi supaya pertumbuhan bisa lebih daripada sebelumnya,” ucap Anin sapaan Anindya. Ia juga menyoroti pentingnya ketahanan dan adaptasi dunia usaha di tengah ketidakpastian global, termasuk dampak konflik geopolitik.
“Nah, jadi ini juga suatu hal yang bisa dibicarakan antara kedua negara. Intinya bagaimana kita bisa bertahan dalam bisnis,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Komite Bilateral Jepang Kadin Indonesia Muhammad Lutfi menyebutkan arah hubungan Indonesia-Jepang ke depan. Menurutnya, hubungan bilateral ini perlu terus diarahkan pada penguatan investasi.
"Kemitraan Indonesia–Jepang ke depan harus terus mendorong investasi, menuju value co-creation yang konkret. Kolaborasi industri, energi, dan rantai pasok global secara langsung akan mendorong pertumbuhan, inovasi, dan daya saing Indonesia," ujar Lutfi.
Adapun nota kesepahaman dengan Jelang dalam bidang perdagangan yang ditandatangani adalah;
MoU antara Japan Chamber of Commerce and Industry (JCCI) dan Kadin Indonesia tentang kerja sama di bidang perdagangan dan investasi.
MoU antara INPEX dan PT Pertamina (Persero) tentang pengembangan Lapangan Gas Abadi di Blok Masela, Indonesia.
MoU antara INPEX dan PT Pertamina Hulu Energi terkait potensi kerja sama di sektor hulu minyak dan gas di Indonesia dan Asia Tenggara.
MoU antara Hayashi Kinzoku Co., Ltd. dan PT Eblo Teknologi Indonesia Development tentang pengembangan ekosistem semikonduktor, termasuk desain dan manufaktur chip elektronik dan AI.
MoU antara INPEX dan PT Supreme Energy Rajabasa terkait pengembangan proyek pembangkit listrik panas bumi Rajabasa.
MoU antara PT Bank SMBC Indonesia dan PT Pegadaian untuk mendukung ekosistem emas nasional dan inklusi keuangan.
MoU antara 2Way World dan PT Nose Herbal Indo dalam pengembangan Indonesia–Japan Strategic Beauty Partnership.
MoU antara SMBC Aviation Capital, Danantara, dan Mandiri Investment Management terkait pembentukan dana leasing aviasi.
MoU antara JETRO dan Danantara Investment Management untuk memperkuat hubungan kerja sama investasi.
MoU antara PT Kaltim Methanol Industri dan PT Pupuk Kalimantan Timur tentang produksi metanol berbasis pemanfaatan emisi CO2 (carbon capture utilization/CCU).
- MoU antara JICA dan Pemerintah Indonesia tentang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Hululais
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....