Hilirisasi Nikel Dinilai Kunci Indonesia Kuasai Energi Hijau Dunia

  • 02 Mar 2026 11:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dave Akbarshah Fikarno Laksono menilai, hilirisasi nikel sebagai kunci energi hijau dunia. Penilaian itu disampaikan dalam keterangan tertulis, Senin, 2 Maret 2026.

Menurut Dave, dunia berada di persimpangan menuju dekarbonisasi global. Visi energi masa depan kini bergeser ke Indonesia.

Ia menyebut Indonesia tidak lagi menjadi penonton dalam persaingan global. Transformasi sektor energi dinilai menempatkan Indonesia sebagai pusat gravitasi baru.

“Indonesia muncul bukan lagi sebagai penonton, melainkan pusat gravitasi baru. Di bawah kepemimpinan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Indonesia melakukan lompatan kuantum menuju raja baterai kendaraan listrik dunia,” kata Dave.

Dave menilai visi hilirisasi terintegrasi bukan sekadar jargon politik. Strategi tersebut disebut presisi dan berdampak langsung pada ekonomi nasional.

Ia menegaskan transisi energi memiliki dua tujuan besar yang berjalan beriringan. Tujuan itu mencakup kelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi nasional.

“Transisi energi adalah instrumen mencapai dua tujuan besar sekaligus. Menjaga kelestarian bumi dan memperkuat fondasi ekonomi menuju pertumbuhan delapan persen,” kata Dave.

Dave menyebut hilirisasi sebagai jembatan menuju kedaulatan hijau nasional. Selama ini kekayaan alam Indonesia lebih banyak diekspor dalam bentuk mentah.

Ia menilai kebijakan larangan ekspor nikel menjadi fondasi pembangunan industri hijau terintegrasi. Pembangunan tersebut dilakukan dari hulu hingga hilir secara sistematis.

“Kebijakan larangan ekspor nikel diperluas menjadi pembangunan ekosistem industri hijau terintegrasi. Pembangunan dilakukan dari hulu hingga hilir secara sistematis,” ucapnya.

Menurutnya, konsorsium internasional didorong membangun smelter dan manufaktur sel baterai di dalam negeri. Langkah itu dinilai mengunci posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Ia menegaskan Indonesia kini menawarkan kemitraan strategis, bukan sekadar mencari investasi. Posisi tersebut memperkuat peran Indonesia dalam industri kendaraan listrik dunia.

“Kita tidak lagi meminta investasi, tetapi menawarkan kemitraan strategis. Indonesia kini menjadi jantung industri kendaraan listrik dunia,” kata Dave.

Ia juga menyoroti pentingnya kemandirian energi dan transisi berkeadilan. Pemerintah disebut aktif melobi dukungan pendanaan serta teknologi internasional.

Dave menilai transisi energi tidak boleh membebani ketahanan nasional maupun rakyat. Optimalisasi EBT disebut bukti keseriusan Indonesia memimpin pasar hijau.

“Transisi energi tidak boleh mengorbankan ketahanan nasional. Optimalisasi EBT membuktikan Indonesia serius memimpin pasar energi hijau,” kata Dave.

Dave menilai diplomasi energi mampu menciptakan lapangan kerja berteknologi tinggi bagi generasi muda. Ia menyebut langkah tersebut mengubah martabat bangsa di mata dunia.

Menurutnya, hilirisasi yang konsisten memberi jaminan keberlanjutan ekonomi jangka panjang. Stabilitas kebijakan energi juga menjadi sinyal positif bagi dunia.

“Indonesia kini dipandang sebagai mitra teknologi masa depan. Hilirisasi konsisten menjamin keberlanjutan ekonomi jangka panjang,” ucapnya.

Ia menambahkan diplomasi energi Indonesia kini telah naik kelas. Indonesia disebut siap memimpin masa depan energi hijau dunia.

“Kita berdiri tegak sebagai pemain kunci di meja dunia. Indonesia siap memimpin masa depan energi hijau yang mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....