Balla To Kajang, Rumah Ramah Lingkungan di Bulukumba
- 28 Nov 2022 14:37 WIB
- Makassar
KBRN, Bulukumba : Balla To Kajang merupakan salah satu rumah masyarakat adat dari daerah Kajang, Bulukumba, Sulawesi Selatan. Di kawasan ini terdapat pola perkampungan tampak berkelompok dan menghadap ke arah barat yaitu menghadap Gunung Bawakaraeng dan Gunung Lompobattang.
Kelompok-kelompok rumah tersebut berdasarkan pada sistem kekerabatan terdekat (keluarga inti atau batih). Setiap kelompok rumah dibatasi pagar hidup (benteng tinanang) atau pagar batu (benteng batu), di dalamnya terdiri atas tiga rumah batu atau lebih.
Salah satu dari ketiga rumah tersebut (biasanya yang paling depan sebelah kanan) dijadikan rumah keluarga, rumah lainnya dijadikan tempat tinggal sementara atau mukim alternatif, ketika ada tamu bertandang ke rumah orang tua mereka
Konstruksi rumah di kawasan adat Kajang ramah lingkungan karena lebih banyak menggunakan bahan-bahan alami seperti daun nipa dan alang-alang sebagai atap, ijuk dan rotan sebagai pengikat dan bambu sebagai lantai dan dinding. Rumah masyarakat adat Kajang umumnya tidak terlalu banyak menggunakan kayu. Untuk membangun sebuah rumah hanya diperlukan tiga balok pasak atau sulur bawah (padongko) yang melintang dari sisi kiri ke sisi kanan rumah. Untuk mengikat kesatuan tiang dalam satu jejeran (latta’) pada bagian atas rumah diletakkan balok besar yang melintang dari sisi kiri ke kanan.
Rumah bagi masyarakat adat Kajang merupakan mikrokosmos dari hutan adat. Dengan demikian, pemakaian balok (padongko dan lilikang) tersebut merupakan simbolisasi dari tangkai-tangkai kayu pada sebatang pohon, yang diasosiasikan dengan tiang-tiang rumah. Untuk menjaga pergeseran tiang-tiang tersebut ditanamkan ke dalam tanah dengan kedalaman sekitar setengah depah (sihalirappa) atau paling dangkal satu siku (sisingkulu).
Rumah-rumah dikawasan adat kajang umumnya memiliki aksesoris seperti anjungan (anjoang) berbentuk tanduk kerbau atau menggunakan ukiran kayu. Anjong tersebut merupakan simbol atau representatif dari dunia atas. Anjong-anjong tersebut umumnya berbentuk naga,yang menurut kosmologi beberapa suku dan masyarakat adat kajang, sebagai binatang raksasa penjaga langit.
Bubungan rumah (timba laja) bagi masyarakat kajang tidak menyimbolkan apa-apa, kecuali struktur dewan adat kajang yaitu: Ammatowa ri kajang (satu orang), karaeng Tallua (tiga orang) dan ada’ limiyya ri Tanah loheya dan Tanah kekeya (adat lima di Tanah keke dan Tanah lohe)
Balla To Kajang termasuk kedalam Domain Kemahiran dan Kerajinan Tradisional. Lokasi Persebaran : Kajang, Bulukumba. Maestro : Faisal. Kondisi : Masih Bertahan. Ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda dengan surat penetapan Nomor 260/M/2017 pada tanggal 29 September 2017.
Sumber : Humas Pemkab Bulukumba
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....