Mengenal Gong Nekara Selayar: Warisan Budaya Terbesar di Sulawesi Selatan

  • 19 Agt 2026 09:13 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar- DI lansir dari id.scribd.com Kepulauan Selayar di Sulawesi Selatan menyimpan kekayaan artefak sejarah berharga tinggi berupa Gong Nekara peninggalan era perunggu Dongson. Benda bersejarah ini diakui para peneliti arkeologi sebagai salah satu nekara terbesar dan tertua di kawasan Asia Tenggara.

Gong Nekara Selayar kini tersimpan dan dirawat dengan baik di Dusun Matalalang, Kelurahan Bontobangun, Kecamatan Bontoharu. Benda kuno ini menjadi peninggalan peradaban masa lalu yang menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.

Secara fisik, gong ini terbuat dari perunggu dengan bentuk menyerupai dandang terbalik yang memiliki garis tengah bidang pukul sepanjang 126 sentimeter. Tingginya mencapai 92 sentimeter dengan hiasan relief yang sangat rumit dan bernilai seni tinggi.

Pada permukaan atas nekara terdapat empat patung kodok yang berfungsi sebagai simbol pemanggil hujan bagi masyarakat pendukung kebudayaannya pada era pra-aksara. Selain itu, ukiran geomteris, ragam hias flora, hingga gambar hewan laut seperti ikan turut menghiasi dinding perunggu tersebut.

Sejarah mencatat bahwa gong ini ditemukan secara tidak sengaja oleh warga setempat bernama Sabuna pada abad ke-17 saat sedang mengolah lahan pertanian. Penemuan ini kemudian diserahkan kepada pihak Kerajaan Putabangun dan dijadikan benda pusaka keramat atau Arajang.

Para ahli arkeologi meyakini keberadaan gong nekara di Selayar menjadi bukti kuat bahwa wilayah ini merupakan simpul penting dalam jaringan pelayaran dan perdagangan rempah Nusantara pada masa lampau. Posisinya yang strategis menjadikan Selayar tempat persinggahan kapal-kapal pedagang dari Asia Daratan.

Pemerintah Daerah Kepulauan Selayar bersama Balai Pelestarian Kebudayaan terus berkomitmen menjaga kelestarian aset sejarah ini. Upaya perlindungan tidak hanya berfokus pada fisik peninggalan, tetapi juga pengembangan wawasan sejarah bagi generasi muda melalui kunjungan wisata sejarah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....